Kota Pekanbaru, Bekerjasama Kembangkan Wisata Halal dan Yayasan Riau Edukasi

TOPRIAU,PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menjalin kerjasama dengan Yayasan Riau Edukasi dalam pengembangan wisata halal. Tentunya ini sejalan dengan ditunjuknya Kota Pekanbaru oleh Pemerintah Pusat sebagai destinasi wisata halal di Sumatera.

Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT, saat menandatangani kerjasama Sumatera Halal Destination and Investment Promotion Centre (SUMEC) di Restoran Apolo, Rabu (11/9/2019) malam. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Sumatera Halal Destination and Investment Promotion Centre (SUMEC) oleh Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT dan Ketua Yayasan Riau Edukasi Raja Susi Dewi Yanti.

Walikota Pekanbaru Firdaus,ST MT dan Ketua Yayasan Riau Edukasi Raja Susi Dewi Yanti, memperlihatkan draf kerjasama wisata halal yang telah ditandatangani.

Usai penandatanganan SUMEC, walikota menyampaikan jika kerjasama itu salah satu upaya pemerintah kota untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada di Kota Bertuah khususnya pariwisata halal.

Untuk mewujudkan itu, walikota juga mengajak masyarakat bisa ikut terlibat dalam mengembangkan sektor wisata halal. Apalagi saat ini pemerintah kota sedang gencar meningkatkan sektor wisata.

"Kita harapkan kerjasama ini bisa optimalkan pengembangan Pekanbaru sebagai satu destinasi wisata halal di Provinsi Riau dan Sumatera," kata walikota.

Sementara itu, Ketua Yayasan Riau Edukasi Raja Susi Dewi Yanti mengatakan, melalui kerjasama tersebut nantinya Kota Pekanbaru bakal memiliki pusat informasi seputar wisata halal.

Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT, memberikan pemaparan tentang potensi wisata yang ada di Kota Bertuah.

"Jadi, nantinya Pekanbaru punya pusat informasi seputar wisata halal di Pekanbaru Exchange," ungkap dia.

Wanita berkerudung ini juga menyebut bahwa ada sejumlah program SUMEC yakni Digital Halal City Branding. Nantinya, pemasaran wisata halal di Kota Pekanbaru bisa dilakukan secara digital.

Ada juga Mahakarya Sumatera dengan menggelar aneka kegiatan seni. Satu di antaranya Akademi Melayu Asia yang diikuti peserta dari sejumlah negara di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Brunei. (TR/ADV/Pemko)