Jumat, 22 November 2019

Diimpin Gubri, Upacara HUT RI ke-74 Berjalan Penuh Khidmat

TOPRIAU, PEKANBARU - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-74, di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (17/8/2019) berjalan lancar dan penuh khidmat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Gubernur Riau, Syamsuar, dan pembacaan Teks Proklamasi dilakukan oleh Ketua DPRD Riau, Septina Primawati Rusli.

Sementara itu, yang bertindak sebagai pembawa baki yakni Wulan Sabilla Sari, siswi SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, dan cadangan pembawa baki, Azhahra Kintan Masayu Indra dari SMAN 1 Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.

Selanjutnya pembentang bendera, Ricardo Gunawan dari SMAN 1 Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, pengulur yakni Muhammad Wahyu dari SMAN 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan yang bertugas sebagai penggerek bendera ialah Joshua Sihite, dari SMKN 1 Batin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

Pada kesempatan ini, sejumlah pejabat eselon II beserta para tamu undangan terlihat mengenakan beragam pakaian adat nusantara. Umumnya mereka mengenakan baju melayu dan menggunakan tanjak.

Usai upacara, Gubernur Riau memberikan ucapan selamat kepada Komandan Upacara dan para  petugas upacara yang telah sukses menjalankan tugas dalam upacara HUT ke-74 RI.

Namun ada yang berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Riau, Sabtu (17/8/19).

Sejumlah pejabat eselon II, termasuk undangan yang hadir memakai pakaian adat dari berbagai daerah. Pemandangan ini cukup menyita perhatian para undangan lainnya.

Untuk menampilkan keberagaman, para pejabat dipersilakan memilih baju adat masing-masing untuk dikenakan pada upacara HUT RI tersebut. Dengan keberagaman pakaian adat ini, podium undangan upacara HUT ke-74 Riau terlihat seperti "Indonesia mini".

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, hal tersebut dilakukan agar semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman suku dan budaya, khususnya yang ada di Riau.

"Peserta upacara HUT RI di kantor Gubernur Riau nantinya akan mengenakan busana dari berbagai suku," kata Syamsuar.

Dia mengatakan, pengguna baju adat nusantara ini ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, serta tamu undangan yang berada di bawah tenda.

Penggunaan pakaian adat, tambah Syamsuar, tidak ditetapkan sehingga tamu undangan maupun OPD bebas memilih busana mana yang tepat untuk memeriahkan hari jadi tahun ini. (/Adv Pemprov Riau)