Rabu, 20 September 2017

Mewujudkan Kemajuan Masyarakat Riau Dalam Kerangka Harmoni Nilai

Memaknai 59 Tahun Provinsi Riau

TOPRIAU, Upaya Pemerintah untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara di Provinsi Riau terus dilakukan, berbagai terobosan diupayakan oleh segala sektor pemangku kebijakan untuk memaksimalkan capaian kemajuan tersebut, yang bertujuan memberi dampak langsung bagi kemajuan masyarakat baik lahir maupun batin. Pada momentum peringatan HUT Provinsi Riau ke 59 ini patutlah komitmen tersebut kembali disegarkan agar segala ikhtiar untuk kemajuan masyarakat seperti yang di cita-citakan itu, dapat terwujud dengan baik dan maksimal tentunya.

Riau secara komunal atau kesatuan masyarakatnya tidaklah berumur 59 tahun. Hal ini harus menjadi ingatan yang tak boleh dilupa. Bahwa umur kesatuan masyarakat yang membentuk Provinsi Riau sudah berumur ratusan tahun. Pembentukan komunitas masyarakat sudah berlansgung lama di Riau, namun secara pemerintahan dan ketatanegaraan Republik Indonesia, memang Provisi Riau tercatat baru berumur 59 tahun.

Dalam usia ke 59 tahun ini, berbagai program telah dilekukan oleh pemerintah dalam rangka memajukan kehidupan masyarakatnya. Di bidang pendidikan saja contohnya, dikembangkan Program Pendidikan bagi calon Pendidik dan Tenaga Kependidika (PTK) dari tahun ke tahun. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan peraturan Mentri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 27 tahun 2010 tentang program induksi bagi guru pemula.

Tujuan dari acara ini yaitu untuk melakukan penguatan terhadap Implementasi program Induksi di Sekolah serta dapat menciptakan guru yang Profesional.

Selanjutnya di bidang penguatan semangat kebangsaan (nasionalisme) juga terus dilakukan peringatan jasa-jasa para pejuang pendiri Provinsi ini, sehingga kita merasakan makna kemerdekaan dan kemandirian daerah yang memiliki jati diri dan bermarwah.

Karena itu sangat relevan bila Peringatan Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau ini dijadikan sebagai momentum untuk melihat potret Provinsi Riau di masa lalu dan masa kini, selanjutnya merajut dan merancang masa depan Riau yang maju dan gemilang, agar tidak salah haluan dan tujuan.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman pada pidatonya saat memperingati Hari Jadi Ke-59 Provinsi Riau di halaman kantor Gubernur Riau Jalan Jendral Sudirman, Selasa, 9 Agustus 2016. Masih pada saat menyapaikan pidatonya, Gubri menyadari masyarakat masih sangat berharap terhadap pembangunan masa depan Riau. Dan Gubri mengajak secara bersama-sama untuk bekerja keras dengan keikhlasan hati untuk mengembangkan potensi yang ada di provinsi Riau.

“Kita menyadari, harapan besar masyarakat terhadap pembangunan dan masa depan Riau, digantungkan dan ada di pundak kita semua. Karena itu, pada masing-masing kita perlu adanya keikhlasan hati dan kerja keras untuk mengembangkan segala potensi daerah yang ada secara optimal,” kata Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman.

Pada hari jadi ke-59 provinsi Riau Gubri menginagtkan akan perlunya menjaga harmoni nilai-nilai dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. Ia juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memelihara kebersamaan, kedamaian, dan semangat berjuang anak negeri dalam mewujudkan Visi Riau 2020,” katanya lagi.

“Inilah saatnya kita menyatukan persepsi, berpadu dan bersebati serta bekerja secara bahu membahu sehingga menjadi kekuatan yang mampu menggelindingkan dengan lebih laju kegiatan pembangunan daerah tanpa lepas dari kearifan lokal Tanah Melayu,” ujar Gubri yang selalu akrab disapa Andi Rachman.

Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman dalam pada itu menjelaskan sejumlah kondisi terkini Provinsi Riau dalam kacamata pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai visi dan misi Riau 2020.

"Penyesuaian visi Riau 2020 dengan dinamika dan perkembangan saat ini secara terus meneruskan kita lakukan. Intinya Riau harus mampu menjadi pusat perekonomian dan pusat dari kebudayaan Melayu. Dengan begitu, masyarakat kita bisa merasakan kesejahteraan dan makmur," kata Gubernur Riau yang kerap disapa Andi Rachman ini.

Dia mencontohkan, perkembangan perekonomian di Riau dapat dilihat dari menurunnya jumlah pengangguran yang ada, yaitu sebanyak 199.769 orang atau 6,72 persen pada Februari 2015 turun menjadi 176.978 orang atau 5,94 pada Februari 2016. Kondisi ini, sambung Andi, diimbangi dengan peningkatan jumlah angkatan kerja pada Februari 2016 yang mencapai 2.978.238 orang. Ini mengalami peningkatan jika dibandingkan saat periode yang sama tahun berbeda pada Februari 2015 lalu yang sebesar 2.972.014 orang.

"Angka pengangguran dapat terus ditekan. Ini merupakan salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pula untuk semakin meningkatkan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat. Sebab, makmur atau tidaknya masyarakat kita dapat diukur juga dari besarnya tingkat pengangguran yang ada di wilayah kita," urai Andi lebih jauh.

Selanjutnya, menurut data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, jumlah penduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan) di Riau hingga Maret 2016 tercatat sebesar 515.400 jiwa (7,98 persen). Jumlah penduduk Riau selama Maret 2016 itu mengalami penurunan sebesar 15.980 jiwa dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 yang berjumlah 531.390 jiwa (8,42 persen).

"Penurunan penduduk miskin Riau terjadi akibat pertumbuhan ekonomi di Riau yang naik, inflasi turun dibandingkan dengan tahun lalu serta PDRB yang juga mengalami kenaikan dan jumlah pengganguran juga menurun," paparnya.

Sebagai tolak ukur lain, hasil kerja keras Andi Rachman dapat pula dilihat dari besaran produk domestik regional bruto (PDRB) Riau atas dasar harga pada triwulan satu tahun 2016 yang mencapai Rp162,19 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen dibandingken dengan periode yang sama pada tahun 2015.

"Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga sebesar 6,41 persen. Dari indikator PDRB, Provinsi Riau menempati urutan kelima PDRB terbesar di Indonesia dan terbesar di Pulau Sumatera," sebut Andi lagi.

Semoga pada momentum peringatan usia ke 59 tahun Provinsi Riau,semua pihak dapat bahu-membahu berpartisipasi dalam karya dan rekayasa positifnya, mewujudkan kemajuan masyarakat Provisi Riau, tentunya dalam bingkai nilai-nilai tulus murni yang dilandasi dengan harmoni hidup ditengah-tengah masyarakat. amin. (Advertorial/ Humas Pemprov Riau)