Jumat, 15 Desember 2017

Dinas Pertanian Kampar Targetkan Mengurangi Defisit Beras di Tahun 2018

TOPRIAU, BANGKINANGKOTA -† Dinas Pertanian Kabupaten Kampar hingga saat ini masih terus menggenjot produksi pangan dan kebutuhan penduduk.

Dari hasil produksi tahun 2016 menghasikan padi sebanyak 36. 024,35 ton dan dikonversikan menjadi beras 22. 767, 39 ton.†

Produksi tersebut dipengaruhi oleh luas tanam, luas panen, produktivitas dan perubahan cuaca, atau yang dikenal dengan anomali iklim.†

Namun, pada bulan juni-juli 2016, cuaca ekstrim cukup berat terjadi sehingga mempengaruhi angka produksi.†

Penanaman yang dilaksanakan waktu itu berjumlah seluas 6600 hektar, yang terdiri dari padi sawah 5603 hektar, dan padi gogo seluas 997 hektar.†

Sedangkan untuk luas panen, 8.308 hektar. Dan padi gogo yang gugur tidak bisa dipanen adalah seluas 28 hektar.†

Ini jumlah kebutuhan pangan per tahun di Kabupaten Kampar†

Kampar mampu memproduksi Beras sebanyak 98,10 kilo gram dari jumlah rata-rata konsumsi pangan per tahun, dengan nilai kebutuhan masyarakat 72.098,40 ton.†

Walau di tahun 2016 tersebut mereka lebih banyak mendatangkan beras dari luar daerah Provinsi Riau, yang berjumlah 39.441,01 berasal dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.†

Meskipun begitu, Kepala Dinas Pertanian, Henry Dunan tak kalah semangat. Ia mengatakan akan terus berupaya demi memajukan hasil produksi demi tercapai kebutuhan masyarakat.†

"Sekarang kita bagaimana mengurangi defisit kekurangan beras, sekarang tercatat sebanyak 79.000, tapi di awal 2018 ini kita akan usahakan nilai kekurangan nya menjadi 39.000," kata Dunan yakin, Senin, (13/11/2017)..†

Ia juga pinta kepada seluruh staf dan anggota nya untuk senantiasa mengawal proses penanaman dan produksi.†

"Kita sekarang sedang penanaman, dan untuk merawatnya ini dibutuhkan kerja sama dengan kawan-kawan di dinas, kita sama-sama mengawal jalan nya produksi," ulasnya.

Mengenai penyakit tanaman, mereka juga berusaha untuk menghindari nya.†

"Maklumlah, kadang kondisi cuaca hujan, jadi tanaman itu banyak yang terserang penyakit, jadi kita akan cari jalan supaya tanaman kita terhindar dari penyakit," harapnya. (ADV/Dika)†




--