Ayat Cahyadi; Wujudkan Kota Bersih, Indah, Asri dan Bebas dari Sampah

TOPRIAU,PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus melakukan pembenahan dalam penanganan sampah untuk menjaga kebersihan, dan Kota Pekanbaru bisa kembali meraih penghargaan Adipura. Selain itu, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru kembali menswastanisasikan jasa pengangkutan sampah dan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat.

 

Hal ini juga juga bersempena Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, yang dilakukan di Kota Pekanbaru dengan Pencanangan tiga bulan bersih sampah dan mengambil moment car free day (CFD). Tidak hanya satu hari saja, tetapi diperingati selama tiga bulan kedepan, sebagaimana Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018 tentang Kerja Bersama untuk Peningkatan Penanganan Sampah dalam Rangka Hari Peduli Sampah 2018, yang berlangsung mulai tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru turut hadir dalam menggelar kampanye di area Car Free Day (CFD) Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Ahad (25/2/2018) lalu dan diramaikan oleh ribuan warga Kota Pekanbaru. Dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak warga untuk membudayakan hidup bersih, menjadikan Pekanbaru ini bersih.

 

"Mari kita mulai dari rumah kita sendiri dalam mengolah sampah dan menjaga kebersihan. Tentunya dengan begitu kota kita akan bersih, asri dan nyaman. 'Pekanbaru bersih bisa kok'," kata Ayat Cahyadi.

 

Selanjutnya, Plt Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, mengakui jika selama ini ketersediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah di Pekanbaru masih sangat minim. Bahkan, idealnya satu kelurahan di Pekanbaru memiliki satu TPS bagi masyarakat untuk membuang sampah.

 

Melalui gerakan HPSN 2018 ini, masyarakat diimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran saat membuat sampah. Sedangkan, Pemko Pekanbaru melalui tim juga sudah memotret oknum masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat, dengan cara yang dilakukan oleh Pemko Pekanbaru ini agar masyarakat bisa taat saat membuang sampah.

 

"Jangan karena tak ada TPS, lalu masyarakat membuang sampah sembarangan dan jangan kambinghitamkan TPS nya. Dengan hasil potretan tersebut pemko sudah di share ke media sosial dan ditayangkan videonya. Jadi saya ingatkan, agar masyarakat patuh dan taat jika akan membuang sampah, jangan buang sampah sembarangan," tutur Ayat.

 

Plt Walikota Pekanbaru juga menyampaikan, dengan keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah dan banyaknya tonase sampah yang diangkut setiap harinya. Untuk itu, Pemko Pekanbaru meminta kepada masyarakat yang tinggal dialiran sungai agar terus menjaga lingkungannya.

 

"Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan dan kebersihan, lalu siapa lagi. Pesan saya, kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di aliran sungai, drainase ataupun parit yang bisa menyebabkan banjir," tegas Ayat.

 

Akibatnya, persoalan banjir yang sering melanda Kota Pekanbaru menjadi tugas Pemko Pekanbaru untuk menata. Namun, masyarakat juga harus bisa mendukung program-program dari Pemko Pekanbaru tersebut, mari tingkatkan kesadaran mencintai lingkungan dan bagi perangkat pemerintahan dari bawah agar memberikan edukasi kepada masyarakat.

 

"Kalau program yang akan kami lakukan tidak didukung oleh masyarakat, gimana persoalan banjir akan dituntaskan. Kita sudah bekerja dan gotong royong, tapi kalau masyarakat masih buang sampah sembarangan, ya banjir masih akan terus terjadi," tegasnya.

 

Sementara itu, sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, hingga berusia 10 (sepuluh) tahun, sampah masih menjadi persoalan yang serius, dimana pengelolaan sampah masih belum sesuai dengan metode dan teknis pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan di antaranya di beberapa tempat telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

 

Begitu juga dengan Kota Pekanbaru, yang masih belum berhasil mengatasi permasalahan sampah di Kota Pekanbaru. Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk terus menyelesaikan permasalahan sampah yang ada, salah satunya dengan menerbitkan kebijakan pengelolaan sampah melalui Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru.

 

Sebagai pemenuhan secara utuh implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Perda Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014, perlu adanya kondisi kondusif peningkatan kesadaran kolektif dan optimisme bersama dari seluruh pemangku kepentingan serta adanya gerakan kolaboratif dan kerja bersama pengelolaan sampah antar pemangku kepentingan termasuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan manfaat hasil pengolahan sampah.

 

Dengan Momentum peringatan Hari Sampah 2018 ini, merupakan waktu yang tepat untuk melakukan corrective action, serta aktualisasi gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam mewujudkan Kota Pekanbaru yang bersih, nyaman, asri dan sehat.

 

Dalam agenda Tiga Bulan Bersih Sampah ini, Pemko Pekanbaru akan melakukan upaya-upaya menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Melalui sosialisasi kebijakan dan program pengelolaan sampah, gerakan kebersihan pada sarana pemerintahan dan sarana publik serta fasilitasi kegiatan bersama masyarakat dalam upaya gotong-royong bersih sampah maupun dalam pengembangan inovasi tata kelola dan teknologi pengelolaan sampah.

 

Agenda Tiga Bulan Bersih Sampah ini menjadi jalan untuk meningkatkan kesadaran pengurangan sampah dari masyarakat sebagai sumber utama penghasil sampah. Sebagaimana Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang tertuang Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017, target nasional pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga hingga tahun 2025 adalah 30 persen dan 70 persen.

 

Pemerintah Kota Pekanbaru mencoba merumuskan target pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga untuk Kota Pekanbaru dalam 2017-2022 sesuai periode kerja Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru. Target pengurangan sampah diharapakna tercapai di akhir tahun 2022 melalui kegiatan pengomposan, bank sampah, daur ulang sampah dan  kegiatan pengepul atau pemulung.

 

Mulai tahun 2018, Pemerintah Kota Pekanbaru melaksanakan penanganan sampah  dengan sistem swastanisasi  dimana pengangkutan sampah menuju TPA dilakukan oleh pihak ketiga.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Pekanbaru Zulfikri dalam sambutannya juga mengatakan, persoalan sampah merupakan permasalahan serius yang dihadapi pemerintah saat ini. Bahkan pemerintah menerbitkan regulasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah Tangga, dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

 

"Dalam Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, maupun berbagai kegiatan lainnya seperti pengembangan bank sampah, sampah menjadi energi, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan," ungkapnya.

 

Selanjutnya, Zulfikri mengajak warga Kota Pekabaru untuk peduli dengan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, kebersihan tetap terjaga dan yang diuntungkan adalah masyarakat itu sendiri.

 

"Mari kita selalu mengingatkan warga soal sampah dan bisa jadi ancaman untuk kesehatan. Karena itu kita perlu budayakan buang sampah pada tempatnya," ujar Zulfikri.

 

Bahkan, pihaknya menargetkan awal bulan Maret mendatang swastanisasi sampah sudah berjalan. Sehingga tumpukan sampah dipinggir jalan-jalan protokol tidak akan ada lagi. "Pekanbaru bersih menjadi terget kita, maka dari itu suksesnya swastanisasi sampah ini adalah harapan kita," imbuhnya.

 

Selain itu ia juga optimis Pekanbaru bisa kembali meraih penghargaan piala adipura yang sempat lepas tahun lalu dan kembali membawa pulang penghargaan kebersihan. "Kami optimis Pekanbaru bisa kembali mendapatkan penghargaan piala adipura. Untuk itu, kami sangat berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan," harap Zulfikri.

 

Selain berkampanye, pada peringatan HPSN ini juga dilaksanakan berbagai kegiatan yaitul senam sehat, Coaching Clinic (Komposting dan Biopori, Bank Sampah), penukaran sampah dengan bibit tanaman, dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) peduli sampah berhadiah bagi yang membuang sampah dengan kesadarannya.

 

Kemudian ada juga aksi pungut sampah, atraksi Sekolah Adiwiyata bertema lingkungan, pameran produk-produk yang berasal dari sampah seperti kompos, kerajinan daur ulang, adibusana daur ulang dan foto booth serta penandatangan komitmen semua yang hadir tentang kepedulian terhadap sampah. (Advoterial)