Minggu, 16 Desember 2018

Kampar Memiliki Potensi Besar Dalam Bidang Perindustrian

TOPRIAU, KAMPAR - Memiliki luas wilayah 1,092,819.71 Ha, Kabupaten Kampar dijuluki sebagai daerah terluas nomor tiga di Provinsi Riau setelah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Pelalawan. Pada Kabupaten ini juga terdapat 79 perusahan besar dengan 288 orang tenaga kerja, 48 perusahaan menengah dengan tenaga kerja sebanyak 25,989 orang dan 37 perusahaan kecil dengan tenaga kerja 1.144 orang. Pada umumnya perusahaan besar, menengah dan kecil tersebut bergerak di bidang industri pertanian (agro industry) seperti industri kelapa sawit dan karet.


Tidak hanya demikian, Kabupaten Kampar terdata memiliki luas perkebunan yang sangat berpotensi seperti halnya, Karet 102.234 Ha, kelapa 1.714 Ha, kelapa sawit 416.393 Ha. kopi 16 Ha,  pinang 19 Ha. Data ini menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet mendominasi areal perkebunan di Kabupaten Kampar. Demikian pula  sektor industri di mana di Kabupaten Kampar terdapat 4 pabrik crumb rubber dengan kapasitas 12.000 ton SIR per bulan atau 144.000 ton SIR per tahun dan 35 unit pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 1.200 ton TBS per jam.

Produksi crumb rubber dari pabrik pengolahan karet (crumb rubber factory) dan produksi minyak sawit (crude palm oil) dari pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan produk setengah jadi yang mesti diolah lebih lanjut sebagai industri turunan atau industri hilir. Namun sayangnya industri turunan atau industri hilir tersebut baik karet maupun kelapa sawit tidak berada di Kampar sehingga nilai tambahnya tidak dinikmati oleh Kabupaten Kampar. Untuk pengolahan lebih lanjut harus diekspor ke luar negeri atau ke wilayah lain seperti Dumai, Medan atau Jakarta. Dengan demikian nilai tambah industri hilir tersebut tentunya dinikmati oleh daerah lain tersebut, sedangkan daerah Kampar hanya menikmati sebagian kecil dari nilai tambah dari industri hulu tersebut dan bahkan lebih banyak menanggung kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan.

Pada era makin menurunnya harga minyak dunia seperti saat ini sudah saatnya daerah-daerah tidak lagi berorientasi ke industry minyak dan gas, tetapi lebih fokus pada industri pertanian atau perkebunan yang lebih bersifat terbaharukan (renewable resources). 

Agro industry seperti industri karet dan kelapa sawit merupakan industri agro yang potensi bahan bakunya tersedia di daerah Kampar sehingga dapat mengurangi ketergantungan pasokan bahan baku. Selain itu pengembangan hilirisasi agro industry selain memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar seperti peningkatan nilai tambah, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, menekan angka pengangguran dengan penciptaan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk pengembangan hilirisasi industri pertanian (agro industry) di Kabupaten Kampar perlu digagas konsep kawasan industri sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No 142/2015 tentang Kawasan Industri. Kawasan industri yang dimaksud adalah suatu kawasan tempat pemusatan kegiatan industry yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri (Pasal 1 PPRI No.142 tahun 20150. Adapun tujuan dibangunnya kawasan industri adalah sebagai berikut:Mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan industri, meningkatkan upaya pembangunan Industri yang berwawasan lingkungan, meningkatkan daya saing investasi dan daya saing Industri; dan memberikan kepastian lokasi sesuai tata ruang.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, suatu kawasan industri dapat dibangun dalam suatu hamparan wilayah dengan luas areal minimal 50 Ha. Pada areal tersebut mesti sudah didukung oleh infrastruktur industri dan infrastruktur penunjang. Infrastruktur industri yang dimaksud adalah jaringan energi dan kelistrikan, jaringan telekomunikasi, jaringan sumber daya air dan jaminan pasokan air baku, sanitasi, dan jaringan transportasi

Sedangkan infrastruktur penunjang industri yang mesti dipersiapkan secara simultan adalah perumahan, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, kesehatan, pemadam kebakaran dan tempat pembuangan sampah.

Pemerintah daerah tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Kampar jika ingin memiliki suatu kawasan industri di daerah ini harus sudah mempersiapkan infrastruktur industri dan infrastruktur penunjang sebagaimana disebutkan di atas, sedangkan perusahaan kawasan industri diharapkan peranannya sebagai penyedia infrastruktur dasar di dalam kawasan sebagai berikut: instalasi pengolahan air baku, instalasi pengolahan air limbah, saluran drainase, instalasi penerangan jalan dan jaringan jalan. 

Fasilitas yang akan dinikmati jika daerah Kampar jika memiliki kawasan industri adalah perusahaan kawasan industri dan perusahaan industri di dalam kawasan industri diberikan insentif perpajakan. Perusahaan kawasan industri diberikan fasilitas kemudahan pembangunan dan pengelolaan tenaga listrik untuk keperluan sendiri dan industri di dalam kawasan industri. Perusahaan kawasan industri dan perusahaan industri di dalam kawasan industri dapat diberikan insentif daerah. 

Sejalan dengan visi dan misi Aziz Zaenalyang menyatakan program 3 I yaitu: Membangun infrastruktur, membangun industri dan mendatangkan investasi, maka sudah selayaknya gagasan melaksanakan program 3 I tersebut diawali dengan menyiapkan konsep kawasan industri Kampar. Untuk menyiapkan konsep kawasan industri Kampar tersebut Pemkab Kampar dapat mengambil inisiatif dengan melibatkan perguruan tinggi yang ada di daerah ini sebagai langkah awal. Pada tahap berikutnya perlu dilakukan kajian-kajian akademis tetang kelayakan kawasan industri tersebut dari berbagai sisi baik teknis, ekonomis maupun ekologis. Dengan demikian kawasan industri Kampar yang akan terbangun tidak hanya memberikan manfaat secara sosial ekonomi, sosial budaya tetapi juga ramah lingkungan. 

Semoga harapan mewujudkan kawasan industri Kampar bukan hanya impian semata melainkan menjadi kenyataan yang dapat menyejahterakan warga masyarakat Kampar masa sekarang dan generasi yang akan datang.***