Aziz Zainal Bertekat Mengembalikan Kejayaan Jeruk Kampar

TOPRIAU, KAMPAR, - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar sangat diharapkan oleh pemerintah, karena salahsatu visi misi orang nomor satu di negeri Serambi Mekah ini, ingin menjadikan Kampar sebagai daerah modern yang berbasis kepada pertanian dan perkebunan. Semua harapan tersebut bertujuan agar kedepan masyarakat akan hidup sejahtera.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Kampar belakangan ini sudah membuat sejumlah program yang mereka anggap manjur dalam meningkatkan hasil produksi. Karena jika dilihat dari sektor pertanian, tanaman padi baru dapat menyuplai kebutuhan padi hanya sebesar 30 % dari kebutuhan total padi di Kampar.

Sementara untuk kebutuhan padi pertahun kurang lebih sebanyak 120 ton, artinya baru bisa  30 sampai 40 ribu ton saja yang dapat terpenuhi. Untuk itu pemerintah memutar otak mencari alternatif lain  yang tak kalah berpotensi dan tidak hanya berkuat pada tanaman padi saja.

Salahsatu diantara adalah komunitas tanaman jeruk, yang selama ini sudah agak terlupakan.Sebagaimana diketahui sejak dahulu terutama di daerah Kecamatan Kuok dikenal sebagai penghasil tanaman jeruk bahkan jeruk Kuok ini sudah merambah sejumlah provinsi di Indonesia seperti Medan dan Jakarta. Di daerah Pasar Induk Jakarta misalnya, jeruk Kuok sangat terkenal dan diminati konsumen.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir ini, jeruk kuat mulai menggeliat namun baru bisa mengisi pasar pasar lokal, oleh karena  itu Pemkab Kampar akan mencari bibit tanaman jeruk yang berkualitas untuk mengembangkannya dan mengembalikan kejayaan jeruk Kuok ini. Bupati Kampar sendiri beberapa waktu yang lalu mengintruksikan  Dinas Pertanian supaya seluruh aspek pertanian yang memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang di Kampar harus di galakkan.

"Menyangkut soal resiko biaya akan saya sediakan.Saya minta agar petani dapat bekerja lebih baik dengan cara yang modern sehingga hasil tanaman itu bermutu dan tentunya kita berharap hasilnya tidak hanya untuk masyarakat Kabupaten Kampar tetapi hasil-hasil pertanian ini dapat di ekspor ke daerah lainnya", . ujar Azis di Balai Bupati baru baru ini.  

Ke depan orang nomor satu di Kabupaten Kampar ini, menginginkan tidak ada lagi tanaman jeruk daerah lain yang masuk ke Kampar tetapi produk Kampar  yang di ekspor ke daerah lain sehingga dapat menambah devisa atau penghasilan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kampar.. 

Sejauh ini, peluang singkronisasi pertanian dilihat dari komposisi tanahnya untuk tanaman jeruk, mutunya sangat luar biasa untuk dikembangkan di Kampar.  Bupati lebih jauh menjabarkan, tinggal bagaimana menggerakkan antara “Cost Coverate-nya” (biaya yang dikeluarkan) berbanding dengan “income” (penghasilan) harus di hitung betul lagi.

Seperti untuk satu hektar, berapa tanaman jeruknya dan berapa ton dapat dihasilkan, begitu juga biaya yang harus dikeluarkan dan penghasilannya berapa. Saat ini analisa tersebut sedang dihitung dan dilaksanakan Pemda. Kalau nantinya hal ini (pengembangan tanaman jeruk) mampu menghasilkan dan melebihi dari tanaman padi, maka akan dikembangkan dengan maksimal sehingga Kampar mampu terkenal dengan tanaman jeruknya kembali.

Selain itu Pemkab Kampar juga akan membentuk semacam tim untuk pelayanan masalah distribusi hasil tanaman jeruk dan tanaman lainnya yang khusus menangani pemasaran (marketing), tim pelaksanaannya yaitu petani sendiri yang akan di didik dengan baik sehingga paham soal tanaman yang ditanamnya adalah tanaman jeruk bermutu, tidak berumur pendek, dengan tanaman yang mampu menghasilkan hasil buah yang lebih banyak.

Yang lebih penting dari semua persoalan itu adalah menyangkut masalah “marketing” atau pemasarannya untuk itu perlunya di bentuk tim tenaga pemasarannya dan akan diberdayakan Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Pertanian dan Dinas Penanaman Modal.

Dengan terakomodir Dinas terkait, masyarakat akan terbantu karena dapat bergerak cepat dalam mengembangkan berikut untuk masalah penjualan hasil tanaman jeruk.

Sementara itu  Kepala Dinas Pertanian Kampar Hendri Dunan menjelaskan, sekarang ini secara Nasional sudah mengenal bahwa di Kabupaten Kampar ada potensi tanaman jeruknya sebagaimana dijelaskan Bupati yang diwawancarai media Televisi Nasional dan sejalan dengan visi misi Bupati menyangkut masalah potensi pertanian modernnya.

Untuk itu kita melalui Dinas Pertanian akan serius mengembangkan sebagaimana arahan Bupati untuk dapat mengembangkan tanaman jeruk Kampar dan tersentuh bagi para petani dan merasakan betul program bupati menyangkut pengembangan dunia pertanian khususnya petani tanaman jeruk dan bukan hanya retorika tetapi memang teraplikasi apalagi sudah dijelaskan bupati akan mendukung penuh perkembangan dunia pertanian khusunya tanaman jeruk termasuk dalam penyediaan dananya.

"Diharapkan ke depan dunia pertanian melalui budidaya tanaman jeruk ini mampu mensejahterakan masyarakatnya" , ujar Hendri Dunan. (Advertorial)

Bupati: Jadikan Kampar daerah Industri berbasis  Pertanian Modern