Kamis, 24 Januari 2019

Bono Salah Satu Program Strategis Pemerintah Kabupaten Pelalawan

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Bono adalah salah satu fenomena alam yang ada di sungai Kampar dengan fenomena ini dapat menjadikan Kabupaten Pelalawan menjadi ajang Festival Internasional, karena Ombak Bono yang terdapat di Kabupaten Pelalawan berbeda jauh dari daerah lainnya sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang datang, terutama ketinggian gulungan ombak yang berbeda dengan di laut .

Sekretaris Deputi Kementerian Pada (Kemenpar) Republik Indonesia Era Muji Rahayu MPd yang menghadiri acara festival Bakudo Bono  2018 yang di gelar oleh Pemerintah Daerah Pelalawan menjelaskan bahwa keindahan alam yang ada di Pelalawan , seperti Ombak Bono yang memiliki gelombang tinggi membuat dirinya takjub dan terkesan terutama dengan ketinggian gelombang serta keindahan gulungan air menjelang ke Puncaknya dan juga saat kembali menuju laut.

"Dengan fenomena seperti ini kita harus melakukan pengembangan secara serius dan nantinya menjadi Destinasi Wisata Unggulan di Riau jika perlu ditingkatkan Nasional dan Internasional, dengan masuknya Bono sebagai Kalender Pariwisata Nusantara kita dari Kemenpar mendukung sepenuhnya proses pengembangan Kawasan ini,terutama dalam membangun fasilitas lokasi wisata  sehingga dapat memikat perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke Kecamatan Teluk Meranti,apalagi Ombak Bono ini adalah salah satu Wisata  One Best And World,jadi dalam hal ini untuk memajukan Pariwisata Surfing mari kita bersama sama dan saling merangkul karena tanpa kebersamaan apapun yang kita cita-citakan tidak akan tercapai", tuturnya.

Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan M M menyampaikan dalam acara festival itu bahwa upaya pemerintah daerah membangun Kawasan Wisata  Ombak Bono cukup tinggi namun kegiatan ini tidak cukup dengan tangan Pemda Kabupaten Pelalawan akan tetapi perlu juga  sentuhan pemerintah Pemprov Riau maupun pusat melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

"Dikarenakan tidak stabilnya keuangan pemda berimbas terhadap program pembangunan di daerah ini termasuk program pariwisata.Di Pelalawan cukup banyak tempat wisata diantaranya Danau Tajuik  TN TN  dan lain sebagainya  kesemuanya ini sangat perlu uluran tangan dari pemprov maupun pusat,dengan majunya wisata secara otomatis kesejahteraan masyarakat akan bisa tercapai", tuturnya.

Dalam Ivent tahunan ini kehadiran Deputi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Dra Riwud Muji Rahayu MPd untuk membuka acara festival Bakudo Bono ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan M M Sekdakab Pelalawan H T Mukhlis beserta jajarannya ,juga hadir Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIK dan perwakilan Forkopimda lainnya.

Acara Festival yang jadi Ajang ketangkasan dalam menghadapi tantangan ombak ini bukan hanya dihadiri peselancar lokal malah hadir peselancar dari luar negeri, acara Festival Bakudo Bono adalah sebuah kegiatan  menguji ketangkasan serta kepiawaian peserta dalam menunggangi papan selancar untuk mengarungi gelombang tujuh hantu yang diawali di Tanjung Pebayang. Untuk saat ini para surfer lokal merasa kurang puas dengan  penampilannya karena ketinggian gelombang tidak seperti yang diharapkan .

Terkait dengan sejarah ataupun latar belakang cerita Mistis Bono bagi masyarakat di sepanjang Semenanjung Sungai Kampar, bahwa gelombang Bono tidak bisa dipisahkan dari aspek kehidupan dan cerita mistis, karena gelombang Bono memiliki kekuatan sangat dahsyat yang mana gulungan ombak ini menerjang dan menyapu apa saja yang ditemuinya terkadang bisa jadi musibah , seperti yang terjadi beberapa tahun lalu Bono ini menenggelamkan speed boat sebagai transportasi masyarakat untuk menuju kota Pangkalan Kerinci yang menelan korban jiwa.

Selain itu Bono yang yang munculnya dalam hitungan kalender tahun Hijriah ini sangat  erat kaitannya dengan Islam  serta identik dengan budaya Melayu, kemunculan Bono ini adalah wujud pertemuan arus Sungai Kampar dengan naiknya pasang laut Selat ,Malaka sehingga menimbulkan gelombang yang dahsyat, karena kedahsyatan itu dikalangan masyarakat meyakini bahwa Sungai Kampar memiliki tujuh penguasa berwujud hantu.

Cerita yang berkembang di tengah masyarakat  bahwa pada zaman penjajahan Belanda suatu hari salah satu dari tujuh hantu ditembak mati dengan meriam  oleh Belanda  sampai akhirnya menghilang ,jadi gelombang Bono ini adalah wujud dari hantu yang enam ,namun mistis ini adalah sesuatu hal yang biasa bagi masyarakat disepanjang aliran Sungai Kampar ,bahkan saat ini sudah menjadi sarana permainan dan ketangkasan dalam menaklukkan fenomena alam.

Walaupun hanya dengan menggunakan beberapa helai papan Daun Nipah maupun barang pisang, akan tetapi setelah terespos di media akhirnya menjadi sebuah lokasi wisata sehingga warga asing banyak yang meminati untuk melakukan selancar sebagai mana yang dilakukan mereka di daerah lain ,bahkan setelah kehadiran mereka di Teluk Meranti mereka terang terangan mengatakan bahwa gGelombang setinggi ini hanya ada di Pelalawan dan berbeda. Dengan  lokasi yang ada di Brazilia bahkan lebih bagus ini terangnya.

Keunikan Gelombang  Bono ini dapat menjadikan Bupati Pelalawan sebagai pemimpin yang memiliki popularitas dalam mengembangkan objek wisata di Provinsi Riau sehingga dianugerahi penghargaan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara pada acara malam  API ( Anugerah Pesona Indonesia).( ishar . D)