Minggu, 19 November 2017

Tekan Angka Kematian Ibu Hamil, Dinkes Inhil Terapkan Terobosan Baru

TOPRIAU, TEMBILAHAN - Mengingat begitu besarnya angka kematian ibu malahirkan, Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Indragiri Hilir, Zainal Arifin berkomitmen untuk terapkan program penurunan angka kematian ibu dan bayi.

"Kita sudah membuat suatu komitmen jangan sampai ada lagi kasus kematian ibu melahirkan dengan memberikan pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil, " sebut Zainal Arifin, di Tembilahan.

Selain itu sebut Zainal Arifin, pihaknya juga harus mensosialisasikan bahwa biaya berobat dan melahirkan sudah ditanggung pemerintah melalui Biaya Operasional Kesehatan ( BOK). Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memang masih angka tertinggi kematian ibu melahirkan se Propinsi Riau.

"Awal tahun 2016 saja sudah 16 bayi meninggal dunia dan ibu melahirkan 4 orang. Tahun lalu ada 23 kematian ibu dan 60 kematian bayi," sebut Zainal Arifin.

Adapun penyebab kematian ibu melahirkan jelas Zainal Arifin diduga karena ditangani secara tidak profesional. "Memang untuk penanganan ibu melahirkan untuk di kampung-kampung lebih besar ditangani oleh tenaga dukun kampung tanpa adanya dampingan dari tenaga kesehatan, kemungkinan ini yang menyebabkan angka kematian ibu dan bayi besar," tutupnya. TR