Minggu, 16 Desember 2018

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
BENGKALIS, TOPRIAU – Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman bertekad akan menjadikan kegiatan budaya ritual mandi safar di Pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat, sebagai event budaya dan wisata nasional di Provinsi Riau.

''Kegiatan ini kita harapkan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kedepan kita akan upayakan kegiatan ini menjadi event nasional. Kita tidak akan segan-segan mengundang menteri untuk datang hadir melihat langsung keindahan Pantai Rupat ini,'' ujar Plt Gubri di hadapan puluhan ribu masyarakat ketika membuka kegiatan membuka ritual budaya Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara saat itu.

Untuk mewujudkan kegiatan budaya ritual mandi safar sebagai even nasional, maka pada tahun 2016, tepatnya pada APBD perubahan tahun 2016, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada tahap awal yang membuat DED (Detail Engenering Design). Upntuk itu, Aryadjuliandi Rahmad minta Bupati dan Dinas Pariwasita Kabupaten Bengkalis untuk terus mengingatkan agar bisa dimasukan pada APBD-P 2016

“Kalau saya melihat dari investasi pembangunan infrastruktur jalan yang sudah ada dimulai dari pelabuhan roro sampai kawasan wisata menelan biaya sangat besar. Sayang jika jalan ini tidak optimal penggunaannya. Salah satunya mengoptimalkan investasi tersebut adalah mengembangkan dan mengoptimalkan potensi wisata Pulau Rupat ini,” tandas Andi Rahman.

Ditegaskan Plt Gubri, event budaya ritual Mandi Safar ini sejalan dengan visi Riau 2020 yakni sebagai pusat budaya Melayu di kawasan Asia Tenggara. Untuk itu seluruh elemen negeri ini harus memperkuat untuk mempercepat dan menyukseskan visi tersebut. Terlebih pada peringatan ulang tahun Provinsi Riau ke-58, Pemerintah Provinsi Riau telah mencanangkan salah satu sektor yang perlu ditumbuhkembangkan adalah sektor pariwisata berbasis budaya.

“Saya rasa yang kita canangkan sejalan dengan pemerintah pusat, menumbuhkan ekonomi dari sektor pariwisata. Insya Allah, jika kita komitmen untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Rupat ini, maka ekonomi rakyat tentu akan meningkat,” tandasnya.

Dikatakan Andi Rahman, pengembangan sektor pariwisata akan memberikan dampak domino (multiplayer efect) terhadap kehidupan rakyat. Hal ini dicontohkan Gubri dengan pelaksanaan even budaya ritual mandi safar menjadi magnet puluhan ribu warga datang ke kawasan wisata pantai Rupat Utara. “Apalagi jika daerah ini kita jadikan betol sebagai daerah wisata. Tentunya harus dilengkapi dengan berbagai budaya-budaya yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Menurut Gubri, potensi pariwisata yang ada di Pulau Rupat harus dimaksimalkan mengingat Pemkab Bengkalis sudah melakukan investasi besar di bidang infratsruktur jalan. Jika potensi pariwasata ini dikelola dengan baik, maka akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. TR

Gubri Bertekad Jadikan Mandi Safar di Bengkalis Event Nasional

Kampar, TOPRIAU - Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio menjadi pusat Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015. Dengan Luas lebih kurang 530 Ha ini merupakan salah satu bentuk kearifan local dari masyarakat adat di kenegerian Rumbio dalam rangka menjaga dan melestarikan hutan dan lingkungan hidup.

Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Kabupaten Kampar M Syukur mengatakan kehadiran hutan adat ini telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya adalah tersedianya air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tempatan maupun masyarakat luar.

Hal tersebut dikatakannya saat menyampaikan laporan kegiatan HMPI Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015 di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya yang dihadiri ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Anggota DPRD Provinsi Riau Hj Eva Yuliana SE, pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Kampar, Tokoh Adat, serta masyarakat, Kamis, 3/12

”setiap harinya lebih kurang 40.000 liter air bersih yang diambil dan diangkut untuk dimanfaatkan keluar lokasi hutan adat seperti kedaerah Bangkinang, Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Rohul bahkan sampai ke Kabupaten Kuansing dan Bengkalis”.lanjut Kadis yang murah senyum ini

Yang lebih luar biasa lagi, kata M Syukur saat musim kemarau tiba daerah ini tidak terkena dampaknya karena sumber mata air di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio tidak pernah kering.”airnya sangat jernih tidak ubahnya seperti air mineral dalam kemasan sehingga kebanyakan masyarakat yang meminumnya tanpa dimasak dan layak diminum”.ucap Syukur

Bukan itu saja, keberadaan air tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengariri kolam ikan yang berada di sekitar Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini. Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kehutanan telah melakukan upaya untuk meningkatkan potensi Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini dengan berbagai kegiatan pembangunan diantaranya pembuatan jalan sepanjang lebih kurang 1.200 meter, pembuatan papan nama pohon lebih kurang 500 jenis pohon yang berada di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio, serta penanaman rotan lebih kurang 50 ha.

Dinas Kahutanan Kabupaten Kampar juga mengikut sertakan Peran serta perusahaan swasta dalam rangka memelihara untuk meningkatkan potensi hutan adat ini, khususnya PT RAPP yang merupakan salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berada di Kabupaten Kampar yang telah membangun gerbang masuk lokasi Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini.

“kita mengharapkan perusahaan-perusahaan lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam rangka melestarikan dan meningkatkan potensi hutan adat”harap Syukur

Pada kesempatan tersebut M Syukur juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yayasan pelopor sehati yang telah memberikan kontribusi terhadap keberadaan Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio serta LSM lainnya yang telah bersama-sama menjaga kelestarian hutan ini sehinga sampai saat ini masih tetapi lestari.

Dalam rangka HMPI Tahun 2015 ini Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar juga telah melaksnakan penanaman di Kecamatan Tapung.”jadi kita juga mengharapkan peran serta para seluruh kecamatan bisa untuk menanam, memelihara serta merawat dalam rangak mensukseskan Program HPMI ini”.harapnya

M Syukur juga menjelaskan bahwa sampai saat ini Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar telah mendistribusikan bibit phon kepada masyarakat yang memerlukan serta sekolah-sekolahyang ada di Kabupaten Kampar untuk mendukung program Adiwiyata dengan jumlah lebih kurang 250.000 batang dengan tanggungjawab pemeliharaan oleh masing pemohon atau pengguna bibit.TR

Hutan Adat Ghimbo Potai Kampar Potensi Masyarakat

Selasa, 30 Oktober 2018

Lestarikan Peninggalan Sejarah, Istana Peraduan Siak Dipugar

TOPRIAU, SIAK - Istana Peraduan Siak Kabupaten Siak di komplek areal Istana Siak dilakukan pemugaran guna melestarikan dan menjaga peninggalan sejarah. Pemugaran Istana Peraduan Siak oleh PT Riau Andalan Pulp and...

Selasa, 18 September 2018

Pengurus PWI Riau jadi Narasumber Literasi di University Pattani, Thailand

Thailand - Salah serang pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau,  Kunni Masrohanti,  menjadi narasumber literasi di University Fatoni di Pattani, Thailand pada awal September 2018 lalu.Pada kesempatan itu, Kunni...

Senin, 03 September 2018

Sandiaga Uno akan Ditepung Tawari oleh LAM Riau Selasa Besok

TOPRIAAU, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau akan memberikan tepung tawar kepada Sandiaga Salahuddin Uno, pada Selasa 4 September, mendatang. Sandiaga selain pengusaha dan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga calon...

Minggu, 15 Juli 2018

Tumbuhkan Rasa Cinta Di Kalangan Kawula Muda, PCR Taja Festival Budaya 2018

TOPRIAU, PEKANBARU - Menyasar kawula muda, mahasiswa Politeknik Caltex Riau (PCR) menaja Festival Budaya 2018 di Mal SKA selama dua hari, Sabtu (14/7) dan Ahad (15/7). Dikatakan oleh Ketua Pelaksana Festival Budaya 2018, Westi...

Senin, 25 Juni 2018

Deputi Menko PMK Apresiasi Budaya Lokal Riau

TOPRIAU.COM, PEKANBARU - Deputi Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI, Agus Sartono mengatakan, pemerintah pusat akan mengupayakan untuk memberi ruang kepada guru yang mengajar muatan lokal budaya Melayu Riau di...

Senin, 25 Juni 2018

Jalang Manjalang Tahun Ini tanpa Umara

TOPRIAU.COM, KAMPAR - Jalang Manjalang atau halal bi halal akbar Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar biasanya pada tahun-tahun sebelumnya dihadiri oleh pejabat-pejabat penting, baik itu dari pejabat Kampar maupun dari...

Senin, 25 Juni 2018

Semarak Ayi Ayo Onam di Tahun 1439 Hijriah

TOPRIAU.COM, KAMPAR - Sabtu (23/6/2018) atau bertepatan 9 Syawal 1439 H ribuan masyarakat di Kabupaten Kampar kembali melaksanakan Hari Raya Enam atau di masyarakat setempat sering disebut Ayi Ayo Onam...

Selasa, 15 Mei 2018

Pemko Pekanbaru Rabu Sore Gelar Petang Belimau di Pinggir Sungai Siak

TOPRIAU, PEKANBARU -- Sama dengan ritual budaya tahun lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru akan menggelar Kirab Budaya Petang Belimau, Rabu (16/5). Meksi bergelar Petang Belimau yang selalu identik dengan mandi, untuk...

Jumat, 11 Mei 2018

Pasca Penggalian, Luas Wilayah Situs Muara Takus Disepakati Pemerintah

 Pasca Penggalian, Luas Wilayah Situs Muara Takus Disepakati Pemerintah

TOPRIAU, PEKANBARU - Pasca dilakukannya penggalian ditempat mengandung dugaan purbakala (eskavasi) susunan batu bata yang diduga candi di kawasan Candi Muara Takus Kabupaten Kampar, Riau, Pemerintah Daerah Riau dan Pemerintah...

Selasa, 08 Mei 2018

Festival Gasing Internasional Siak, Tim Formi Rohul Juara Raih Juara I

TOPRIAU, ROHUL - Tim Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), berhasil sabet juara I, diajang kejuaraan gasing tingkat Internasional yang digelar Formi Kabupaten Siak. Dikatakan pelatih dan...

Kamis, 19 April 2018

Pawai Budaya TMII, Riau Raih Terbaik Penataan Musik

TOPRIAU, PEKANBARU - Prorvinsi Riau meraih penghargaan penata musik terbaik, pada acara pawai budaya nusantara yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta timur, kemarin. Pawai budaya busantara dilaksanakan...

Kamis, 19 April 2018

Desa Gajah Bertaluk Jadi Percontohan Hutan Adat, Ini Tanggapan Bupati Kampar

TOPRIAU, KAMPAR - Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM mengatakan sangat mendukung Desa Gajah Bertaluk menjadi model atau percontohan Hutan Adat dalam kawasan Hutan Margasatwa Timbang Baling melalui Kementerian...

Senin, 16 April 2018

Budaya Talang Mamak Diharapkan Jadi Perhatikan Gubernur Terpilih

TOPRIAU, INHU - Bathin (tetuah adat) Urusan Desa Talang Gedabu kecamatan Rakit Kulim meminta kepada siapapun Gubernur Riau terpilih nantinya akan bisa memperhatikan budaya Talang Mamak dan menjadikannya salah prioritas...

Senin, 26 Maret 2018

Azis Zaenal Sembelih Tiga Ekor Kerbau pada Penobatan Gelar Sultan

TOPRIAU, KAMPAR - Persiapan dalam rangka Penobatan H Azis Zaenal,SH, MM sebagai Sultan Kampa XIV Khalifatullah Akhirul Zaman besok pagi (red) Senin 26 Maret 2018 di Balai Adat Kampa. Dimana...

Sabtu, 17 Maret 2018

Candi Muara Takus Dijadikan Lokasi Kemah Cagar Budaya

Candi Muara Takus Dijadikan Lokasi Kemah Cagar Budaya

TOPRIAU, PEKANBARU - Ratusan siswa dari berbagai sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Kabupaten Kampar mengikuti kemah cagar budaya di kawasan Cagar Budaya Candi Muara Takus di Desa Muara Takus,...

Rabu, 07 Maret 2018

Status Cagar Budaya Dicabut, Masjid Raya Pekanbaru Kini Berstatus Struktur Budaya

TOPRIAU, PEKANBARU - Masjid Raya Pekanbaru yang berada di Jalan Senapelan Pekanbaru, Provinsi Riau sediakalanya merupakan wisata peninggalan sejarah yang sebelumnya berstatus sebagai cagar budaya. Sayangnya, status cagar budaya tersebut...

Selasa, 20 Februari 2018

LAM Riau Beri Gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara kepada UAS

LAM Riau Beri Gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara kepada UAS

TOPRIAU, PEKANBARU - Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapat penabalan gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau sebagai Datuk Seri Ulama Setia Negara pada Selasa (20/2/2018). Ketua Majelis Kerapatan Adat...

Minggu, 28 Januari 2018

Desa Wisata Pulau Belimbing Sarat Kearifan Lokal

Desa Wisata Pulau Belimbing Sarat Kearifan Lokal

TOPRIAU, KAMPAR - Kabupaten Kampar  memiliki banyak objek wisata dan budaya yang saat  ini masih  dipertahankan keasliannya. Salahsatu daerah yang menyimpan banyak potensi tersebut adalah  Desa Wisata Pulai Belimbing. Di...