Rabu, 20 September 2017

Hutan Adat Ghimbo Potai Kampar Potensi Masyarakat

 

Kampar, TOPRIAU - Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio menjadi pusat Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015. Dengan Luas lebih kurang 530 Ha ini merupakan salah satu bentuk kearifan local dari masyarakat adat di kenegerian Rumbio dalam rangka menjaga dan melestarikan hutan dan lingkungan hidup.

Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Kabupaten Kampar M Syukur mengatakan kehadiran hutan adat ini telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya adalah tersedianya air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tempatan maupun masyarakat luar.

Hal tersebut dikatakannya saat menyampaikan laporan kegiatan HMPI Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015 di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya yang dihadiri ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Anggota DPRD Provinsi Riau Hj Eva Yuliana SE, pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Kampar, Tokoh Adat, serta masyarakat, Kamis, 3/12

”setiap harinya lebih kurang 40.000 liter air bersih yang diambil dan diangkut untuk dimanfaatkan keluar lokasi hutan adat seperti kedaerah Bangkinang, Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Rohul bahkan sampai ke Kabupaten Kuansing dan Bengkalis”.lanjut Kadis yang murah senyum ini

Yang lebih luar biasa lagi, kata M Syukur saat musim kemarau tiba daerah ini tidak terkena dampaknya karena sumber mata air di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio tidak pernah kering.”airnya sangat jernih tidak ubahnya seperti air mineral dalam kemasan sehingga kebanyakan masyarakat yang meminumnya tanpa dimasak dan layak diminum”.ucap Syukur

Bukan itu saja, keberadaan air tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengariri kolam ikan yang berada di sekitar Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini. Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kehutanan telah melakukan upaya untuk meningkatkan potensi Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini dengan berbagai kegiatan pembangunan diantaranya pembuatan jalan sepanjang lebih kurang 1.200 meter, pembuatan papan nama pohon lebih kurang 500 jenis pohon yang berada di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio, serta penanaman rotan lebih kurang 50 ha.

Dinas Kahutanan Kabupaten Kampar juga mengikut sertakan Peran serta perusahaan swasta dalam rangka memelihara untuk meningkatkan potensi hutan adat ini, khususnya PT RAPP yang merupakan salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berada di Kabupaten Kampar yang telah membangun gerbang masuk lokasi Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio ini.

“kita mengharapkan perusahaan-perusahaan lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam rangka melestarikan dan meningkatkan potensi hutan adat”harap Syukur

Pada kesempatan tersebut M Syukur juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yayasan pelopor sehati yang telah memberikan kontribusi terhadap keberadaan Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio serta LSM lainnya yang telah bersama-sama menjaga kelestarian hutan ini sehinga sampai saat ini masih tetapi lestari.

Dalam rangka HMPI Tahun 2015 ini Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar juga telah melaksnakan penanaman di Kecamatan Tapung.”jadi kita juga mengharapkan peran serta para seluruh kecamatan bisa untuk menanam, memelihara serta merawat dalam rangak mensukseskan Program HPMI ini”.harapnya

M Syukur juga menjelaskan bahwa sampai saat ini Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar telah mendistribusikan bibit phon kepada masyarakat yang memerlukan serta sekolah-sekolahyang ada di Kabupaten Kampar untuk mendukung program Adiwiyata dengan jumlah lebih kurang 250.000 batang dengan tanggungjawab pemeliharaan oleh masing pemohon atau pengguna bibit.TR