Senin, 20 November 2017

Pesta Sejarah dan Budaya Toga Pandiangan Se-Provinsi Riau, Diharapkan Bisa Jadi Perekat

TOPRIAU, DURI - Bupati Bengkalis Amril Mukminin menghadiri acara Pesta Sejarah Dan Budaya Toga Pandiangan Se-Provinsi Riau Minggu di Gedung Solaracia Kelurahan Talang Mandi Jalan Gajah Mada Kecamatan Mandau, Minggu 12/2/2017.

Dalam sambutannya, Amril menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut, dan dapat memperkokoh hubungan silaturahmi dan keluarga, tidak hanya di kalangan toga pandiangan, namun juga bagi seluruh suku dan etnis yang ada di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis.

Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, lebih-lebih dalam tatanan masyarakat berbilang kaum, perbedaan atau kebhinnekaan, merupakan keniscayaan untuk dihindari. Tetapi harus dihadapi dengan sikap yang bijak. Salah satu tunjuk ajar dari alam yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, yang sama-sama harus dapat kita jadikan tempat belajar adalah pelangi, harap Amril.

Pesta sejarah dan budaya toga pandiangan se-Provinsi Riau yang dilaksanakan hari ini, merupakan bagian dan komitmen kita bersama untuk menyuburkan budaya yang kita miliki. Setiap budaya mampu menjadi perekat yang kuat. bukan saja antar anggota sebuah komunitas, tetapi juga dengan kelompok masyarakat lainnya, jelas Amril.

Masih menurut Amril, kehadiran toga pandiangan, merupakan bagian dari komponen masyarakat di Bumi Lancang Kuning dan Kabupaten Bengkalis khususnya, harus seiring selangkah untuk bersatu padu, memberikan kontribusi positif dalam setiap derap pembangunan di negeri ini. Terlebih-lebih orang batak punyak falsafah hidup, yakni boraspati (cecak). falsafah yang bisa dipetik dari cecak yakni dalam kondisi atau posisi pun, di bawah, di atas atau di samping, selalu menempel atau lekat dengan habitatnya. tafsir boraspati, orang batak harus mudah beradaptasi dan akan disenangi lingkungannya.

Dalam pepatah melayu, kehadiran suatu suku dan etnis di bumi lancang kuning ini harus mampu memposisikan diri dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. pepatah ini tentunya dapat menjadi motivasi keberadaan suku batak, khususnya toga pandiangan yang ada di negeri ini, ujar Amril.

Pada era tahun 1980-an, bangsa ini mempunyai seorang pahlawan berjuluk robin hood indonesia yang telah mengharumkan nama negeri ini di level dunia. Beliau adalah, Donald Djatunas Pandiangan, merupakan mantan atlet penahanan, yang telah berhasil mengukir prestasi sebagai juara sea games sebanyak 4 kali, kata mantan Kepala Desa Muara basung tersebut.

Kita pernah mendengar Kombes Syarif Pandiangan, beliau adalah Kabid Humas Polda Riau. Meskipun Kapolda Riau terus berganti, kala itu S Pandiangan tetap selalu menjadi juru bicara. Kami berharap di Provinsi Riau ini, akan muncul pandiangan-pandiangan yang tangguh dan mempunyai komitmen kuat untuk bersama-sama membangun bumi lancang kuning dan khususnya Kabupaten Bengkalis, sebut Amril sambil mengingatkan.

Keberhasilan dan suksesnya pembangunan yang saat ini sedang akan kita dijalankan di Provinsi Riau, Khususnya di Kabupaten Bengkalis, tidak akan dapat terwujud, apabila tidak didukung adanya rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara seluruh lapisan masyarakat. Sesuai salah satu adat orang batak, yaitu haroan atau semangat gotong royong yang sudah tertanam dan menjadi jati diri sejak lama, maka melalui momentum pertemuan ini, senantiasa sehati dan sejiwa, bahu membahu, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan, harap Bupati Amril.

Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan, Mohd. Syukri, Plt. Kadis Pendidikan Edi Sakura, Kepala Bagian Kesra, Swarto, Camat Mandau, Joko Edy Imhar, Camat Pinggir Djamiangan, Ketua Pandiangan Pusat, Riha Pandiangan, Ketua Pandiangan Riau, Patar Pandiangan, Ketua Pandiangan Duri Over Pandiangan dan ratusan undangan lainnya.(TR/HMS)