Rabu, 20 September 2017

Festival Meriam Buluh di Siak Jadi Magnet Wisatawan

TOPRIAU, SIAK- Festival Meriam Buluh (FMB) Kabupaten Siak bisa menjadi magnet bagi wisatawan manca Negara yang hendak berkunjung Kota Istana.

Pemerintah Kabupaten Siak akan terus mengali khasanah-khasanah teradisi melayu yang hampir hilang. Sebagi orang melayu yang tinggal di negri melayu kita wajib melestarikan tradisi telah hilang,

Hal ini di katakan oleh Syamsuar saat dirinya menyaksikan festival meriam Buluh yang berlangsung di tetepian Sungai Jantan Kota Siak Sri Indrapura Ahad malam (25/06/2017).

Dikatakan Syamsuar bahwa FMB  ini tidak hanya diperingatkan pada malam bulan ramadhan saja, tetapi kita akan diberbagi momen, seperti pada acara Festival Siak Bermah, Memperingati HUT Kabupaten Siak, dan tujuh belasan, sehingga festival meriam ini ada terus dan dijadikan ajang tahunan.

" Selain dari pada itu tujuan kegiatan ini, Dapat menjadi daya tarik wisatawan dan bisa dijadikan ajang promosoi pariwisata daerah,"ungkapnya.

Syamsuar menginginkan memecahkan rekor muri dengan menghidupkan 1000 meriam buluh betung yang di hadapkan kesungai jantan, dan di bunyikan pada waktu yang bersamaan. Ini kan unik dan bias menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Dia menjelaskan kegiatan ini juga untuk memeriahkan bulan puasa serta menyambut datangnya malam 1 Syawal 1438 Hijeriah, Pemerintah Kabupaten siak mengadakan Fetival Meriam Buluh seperti mengangkat batang terendam, tradisi masyarakat melayu Siak yang sudah lama hilang kini dimunculkan kembali.

Mengawali Festival Meriam Syam yang didamping Wakil Bupati Siak Alfedria, dan Ketua DPRD Siak Indra Gunawan coba memainkan meriam terebut. (TR/MCR)