Sabtu, 22 September 2018

Deputi Menko PMK Apresiasi Budaya Lokal Riau

TOPRIAU.COM, PEKANBARU - Deputi Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI, Agus Sartono mengatakan, pemerintah pusat akan mengupayakan untuk memberi ruang kepada guru yang mengajar muatan lokal budaya Melayu Riau di sekolah.

Hal ini dia sampaikan saat memberikan sambutan di acara launching pencanangan pelaksanaan pembelajaran muatan lokal budaya Riau di Kantor Gubernur Riau, Senin, 25 Juni 2018.

Agus menyadari penyusunan budaya melayu Riau hasil perjuangan akumulasi masyarakat Riau. "Saya menghargai ini atas segala ikhtiar yang sudah dilakukan," katanya. "Saya harap ini menjadi basis membentuk karakter pendidikan dan menjadi karakter ruang publik di Riau."

Dia menjelaskan memang pelestarian budaya lokal dibangun dari proses panjang sehingga menjadi sebuah karakter. Pendidikan pada dasarnya proses pemberdayaan anak didik, supaya mereka menjadi berbudaya.

"Sesuai dengan apa yang kita inginkan melalui serangkaian proses balajar. Budaya mendidik juga perlu. Guru yang berperan penting dalam hal ini," ujarnya.

Agus menyebut, lebih 3 juta guru berinteraksi dengan 50 juta peserta didik. Bahkan pejabat dan orang tua saat ini merupakan merupakan produk intervasi guru. Guru dan peserta didik kelompok stratgis dalam melestarikan budaya.

Pemerintah menyadari peran guru yang begitu besar dalam dunia pendidikan. Pemprov Riau menurut saya perlu mengoptimalkan kualitas guru di daerah untuk membangun budaya ini," sambungnya.

"Nah, karakter budaya kita, akhir-akhir ini menghadapi ancaman luar biasa di tengah gempuran teknologi. Karakter budaya merupakan modal sosial bangsa untuk sejahtera.

Sementara itu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Pemprov Riau sudah membicarakan soal nasib guru yang akan mengajarkan muatan lokal di sekolah. Bagaimana, mata pelajaran ini juga mendapat kredit poin untuk menunjang jenjang karir guru.

"Artinya kami minta ini diakui. Dan pemerintah pusat sudah menyatakan mau membantu. Jadi tidak ada masalah lagi pada guru yang anak mengajarkan muatan lokal budaya Melayu itu," ujarnya. Bpo