Sabtu, 23 September 2017

Aliman Makmur : Ada 8 Bahan Mentah Pangan di Kampar mengalami Penurunan

TOPRIAU, BANGKINANG - Dari 13 bahan mentah pangan di Kampar, cuma ada 5 bahan mentah yang mencukupi kebutuhan. Sisanya, 8 bahan mentah pangan di Kampar, mengalami penurunan. Dari keseluruhan, capaian swasembada pangan di Kampar hanya 61,54 persen.

Menurut catatan Dinas Ketahanan Pangan Kampar tahun 2016 tertulis 8 bahan mentah pangan di Kampar yang minim seperti beras, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, sagu, sayuran, daging, dan telur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Aliman Makmur mengatakan Produksi beras sebesar 22.443,17 ton per tahun, sedangkan kebutuhan dalam pertahun nya 96.632,48 ton. Bisa dikatakan, ada sebanyak 74.189,31 ton per tahun, minus.

Kemudian, komoditi kedelai, produksinya hanya 595 ton per tahun. Padahal kebutuhannya 7.613,12 per tahun. Sehingga minus 3.916,48 ton per tahun.

Bahan mentah kacang tanah juga mengalami minus sebanyak 1.181,79 ton per tahun. Di mana kebutuhan per tahun sebanyak 1.785,79 ton, padahal produksinya hanya 604 ton per tahun. Kemudian kacang hijau, juga minus 468 ton per tahun. Di mana kebutuhan setahun sebanyak 583 ton, sedangkan produksi hanya 115 ton per tahun.

Untuk sagu yang lebih parah. Kebutuhan yang sebanyak 1.033,88 ton per tahun, namun produksi tak ada sedikitpun. Sayuran juga minus 7.596,08 ton per tahun. Kebutuhan sebesar 42.671,08 ton per tahun, produksi hanya 35.075 ton per tahun.

Begitu juga dengan daging yang menurun sebanyak 2.121,27 ton per tahun. Di mana kebutuhan per tahun nya sebesar 6.297,27 ton , produksi hanya sebesar 4.176 ton per tahun.

Terakhir, telur juga minus 5.164 ton per tahun. Yang mana, kebutuhan sebanyak 6.227 ton per tahun, produksi hanya 1.063 ton per tahun.

Sedangkan komoditi yang swasembada antara lain jagung produksinya melebihi kebutuhan sebesar 693,88 ton per tahun, ubi jalar melebihi kebutuhan sebesar 420,07 ton per tahun, ubi kayu berlebih 7.569,14 ton per tahun, buah-buahan berlebih 1.855,12 ton per tahun, dan ikan melebihi produksi 30.955,08 ton per tahun.

"Total produksi pangan kita di Kampar ini, bernilai Rp814 miliar. Untuk kekurangan beras, kita tutupi dengan impor dari luar daerah," sebutnya di Bangkinang, Selasa (18/7).

Dia juga mengimbau, agar masyarakat untuk mengurangi konsumsi beras. "Kita perlu pengurangan konsumsi beras 2,8 ton per kapita, per orang dalam setahun. Perbanyaklah makan sayur, dan ikan," sebutnya.

Jika terlalu banyak makan beras lanjutnya, akan memberikan efek buruk kepada kesehatan manusia. Salah satunya, akan menyebabkan obesitas, sakit jantung, dan tekanan darah tinggi. akan terjadi obesitas. Sakit jantung, tekanan darah tinggi. (TR/Dika)