BPS Riau, Riau inflasi 0,55 persen dan Tembilahan Tertinggi di Sumatera

TOPRIAU,PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau kembali merilis data Inflasi pada Maret 2018, Riau  sebesar 0,55 persen. Hal ini juga dipengaruhi adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran.

 

Bahkan dari data BPS, diketahui inflasi di Pekanbaru tercatat sebesar 0,56 persen, dan Dumai sebesar 0,05 persen. Dengan total keseluruhannya, tiga gabungan kota tersebut menyebabkan inflasi sebesar 0,55 persen.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Aden Gultom menjelaskan, inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 1,68 persen, diikuti kelompok sandang 0,62 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,35 persen, kelompok kesehatan 0,31 persen.

 

Kemudian diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,06 persen.

 

"Pada bulan Maret 2018, Riau mengalami  inflasi 0,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 134,56. Inflasi Tahun Kalender (Januari - Maret 2018) 0,85  persen dan Inflasi Year on Year (Maret 2018 terhadap Maret 2017) 3,62 persen," katanya, Senin (2/4)

 

Selanjutnya, Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau menjadi kota yang mengalami inflasi tertinggi di Pulau Sumatera dan tertinggi kedua di Indonesia selama periode Maret 2018. Dari 82 kota di Indonesia yang menghitung IHK 57 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,10 persen, diikuti Tembilahan 1,38 persen, dan Tanjung 0,83 persen.

 

"Tembilahan inflasinya di atas Kota Pekanbaru dan Dumai, karena bulan yang lalu terlampau rendah deflasi di Inhil belum nyampek inflasinya," ungkap Aden.

 

Selain itu, secara nasional Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, 57 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,10 persen, diikuti Tembilahan 1,38 persen, dan Tanjung 0,83 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Sumenep sebesar 0,01 persen. Deflasi terjadi di 25 kota, yang terbesar terjadi di kota Tual dengan deflasi sebesar 2,30 persen. (TR/GP)