Jelang Penerapan Pajak Ekspor Malaysia, Permintaan CPO Meningkat

TOPRIAU, PEKANBARU - Kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada minggu ini disokong oleh adanya lonjakan ekspor. Yang mana, harga CPO terpantau Rp8.056,53. Imbas positifnya, industri kelapa sawit di tanah air kembali menikmati kenaikan harga  penjualan tandan buah segar (TBS) sawit.

"Permintaan ekspor yang kuat datang dari China, India dan Pakistan. Ini terjadi menjelang penerapan pajak ekspor Malaysia," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Minggu (15/4/2018).

Selain itu, lanjut Tengku, kenaikan haga ini dipicu oleh pertumbuhan produksi yang lebih rendah dari perkiraan.

"Penurunan stok juga menjadi sentimen positif yang mengangkat harga CPO selama sepekan ini," ujarnya.

Adapun penetapan harga TBS Provinsi Riau sepekan ini, sebagai berikut:kelapa sawit umur 3 tahun sebesar Rp1.360,63; kelapa sawit umur 4 tahun Rp1.519,15; kelapa sawit umur 5 tahun Rp1.625,51; kelapa sawit umur 6 tahun Rp1.673,54; kelapa sawit umur 7 tahun Rp1.737,35.

Selanjutnya, kelapa sawit umur 8 tahun Rp1.791,53; kelapa sawit umur 9 tahun Rp1.849,20; kelapa sawit umur 10 tahun-20 tahun Rp1.900,63; kelapa sawit umur 21tahun Rp1.854,69.

Kemudian, kelapa sawit umur 22 tahun Rp1.808,01, kelapa sawit umur 23 tahun Rp1.762,07, kelapa sawit umur 24 tahun Rp1.743,55, dan kelapa sawit umur 25 tahun Rp1.669,46.  (TR/MCR)