Selasa, 21 Agustus 2018

Warga Pekanbaru Keluhkan Gas 3 Kg Sering Langka

TOPRIAU, PEKANBARU -- Pasokan gas elpiji 3 kg di Pekanbaru terus membuat masyarakat gelisah dan cemas.

Betapa tidak, kebutuhan mendasar bagi ibu rumah tangga untuk memasak ini sering langka di pangkalan. Jika ada, harga gas elpiji dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp18.000,-

Yanti (30) warga Panam Kecamatan mengatakan kalaupun ada gas elpiji 3 kg, harga gas bersubsidi tersebut akan melonjak pertabungnya.

"Selama ramadhan ini agak susah cari gas elpiji. Padahal pemakaian kami meningkat di bulan ramadhan," ujar Yanti, Jumat (1/6).

Yanti  menambahkan, meskipun memperoleh gas 3 kg, ibu dua anak ini harus rela merogoh kantong lebih dalam karena harganya mencapai Rp25.000.

"Ya mau gimana lagi. Sudah keliling ke pangkalan, tapi kosong terus alasannya. Pas dapat, harganya diatas HET. Jadi terpaksa kami beli dari pada tidak masak," sebutnya.

Menanggapi masih adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si  menyebutkan jika pasokan gas elpiji bersubsidi berdasarkan rapat dengan pertamina beberapa waktu lalu mencukupi.

"Berdasarkan rapat dengan pertamina beberapa waktu lalu bahwa stok cukup. Artinya pengawasannya diperlukan di sini," ujar Ayat.

Ayat berharap, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru untuk terus mengawasi pasokan gas elpiji di pangkalan.

"Sehingga stok yang ada ini benar-benar dirasakan bagi masyarakat yang membutuhkan. Artinya ini betul-betul pengawasan diperlukan," katanya.

Saat disinggung jika stok cukup bagaimana distribusi gas melon tersebut tidak tepat jelang lebaran, Ayat menegaskan perlu nya pengawasan di lapangan.

"Makanya kita membentuk tim pengawasan. Dan saat ini di siapkan tim tersebut agar pendistribusian gas ke masyarakat tidak menjadi kendala," tutup Ayat. (TR/Kominfo1)