Senin, 24 September 2018

Inflasi Riau 0,11 Persen, Disebabkan Kenaikan Harga Transpor

TOPRIAU,PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau kembali merilis hasil perkembangan indeks Harga Konsumen. Pada bulan Juni 2018, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,00 dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,18 persen, dan Inflasi Year on Year (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 3,32 persen.

 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPS Riau Aden Gultom, Senin (2/7). Ia menjelaskan dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi.

 

"Kota Pekanbaru sebesar 0,01 persen, Dumai sebesar 0,65 persen dan Tembilahan sebesar 0,11 persen," katanya.

 

Selanjutnya, inflasi Riau bulan Juni 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami inflasi sebesar 0,84 persen, diikuti kelompok sandang sebesar 0,75 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,69 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakarsebesar 0,16 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen, dan kelompok pendidikan,rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen.

 

Selain itu, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain angkutan udara, angkutan antar kota, rokok kretek, rokok kretek filter, sewa rumah, petai, blus, buncis dan lain-lain.

 

Sementara itu, adapun kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan dengan deflasi sebesar 1,09 persen. "Adapun komoditas yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah, pertalite, bawang merah, daging ayam ras, teri, daging sapi, bawang putih," ujarnya.

 

Tentunya dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, semua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,82 persen, diikuti oleh Jambi sebesar 1,41 persen dan Batam sebesar 1,29 persen. (TR/GP)