Inflasi Riau Mencapai 0,31 Persen, Ini Kata BPS Riau

TOPRIAU,PEKANBARU - Badan Pusat Statitik (BPS) Riau kembali merilis hasil inflasi bulan Juli 2018 Provinsi Riau yang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,41. Hal tersebut dikarenakan kenaikan harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

 

Bahkan, dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,49 persen, dan Inflasi Year on Year (Juli 2018 terhadap Juli 2017) sebesar 3,15 persen.

 

Selanjutnya, Kepala Badan Pusat Statitik (BPS) Riau Aden Gultom dalam konferensi persnya mengatakan dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, dua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,39 persen dan Tembilahan sebesar 0,22 persen.

 

"Untuk kota Dumai mengalami deflasi sebesar 0,10 persen," katanya. Rabu (1/8)

 

BPS Riau juga menjelaskan penyebab inflasi Riau bulan Juli 2018 tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami inflasi sebesar 0,73 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen, kelompok pendidikan.

 

"Sedangkan kelompok rekreasi dan olahraga sebesar 0,18 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen," tutur Aden.

 

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain daging ayam ras, angkutan udara, jengkol, nasi dengan lauk, telur ayam ras, ayam hidup, tarif pulsa ponsel, bensin dan juga susu untuk balita. Bahkan, adapun kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok sandang yang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.

 

"Untuk komoditas yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah, angkutan antar kota, daging sapi, bawang merah, udang basah, tarif kendaraan travel dan juga kentang," pungkasnya. (TR/Rls)