Harga CPO Tertekan Pelemahan Minyak Bumi

TOPRIAU,PEKANBARU - Harga minyak bumi yang melemah sejak pekan lalu, turut memberi beban pada pergerakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu menjelaskan, bahwa minyak sawit merupakan bahan baku produksi bio-diesel yang menjadi substitusi dari solar konvensional.

"Maka pergerakan harga minyak bumi juga akan mempengaruhi harga CPO dengan korelasi yang positif," kata Tengku Neni di Pekanbaru, Rabu (27/3/2019).

Selain itu, terang Tengku, rencana Uni Eropa untuk menghapus penggunaan bahan yang tidak berkelanjutan untuk pembuatan bio-diesel juga masih terus memberi tarikan ke bawah pada harga CPO.

"Sentimen negatif yang satu ini sangat berpengaruh terhadap masa depan industri kelapa sawit," ujarnya.

Pekan ini saja, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau periode 27 Maret - 2 April 2019, mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah penurunan terbesar dialami oleh kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp14,71 per kilogram. Komoditas pekebun periode ini turun disebabkan oleh turunnya harga jual CPO dari seluruh perusahaan sumber data.

"Namun penurunan harga TBS sedikit tertahan karena seluruh harga kernel mengalami kenaikan," ulasnya.

Yang mana, untuk harga jual CPO, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp227,14 per kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp33,06 per kg, dan PT Musim Mas mengalami penurunan sebesar Rp43 per Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan, untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp90,91 per kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp33 per Kg dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp121 per kg dari harga minggu lalu. (TR)