Panwascam Pangkalan Kuras Diduga Jadi “Calo” Pemilu 2019, Majelis Hakim Perintahkan Bawaslu Proses Anggotanya

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus pemilu dengan terdakwa ketua PPK Pangkalan Kuras, Sugeng, terus bergulir. Majelis Hakim PN Pelalawan yang diketuai Melinda Aritonang SH beranggotakan Nurahmi SH dan Joko Sucipto SH MH dalam agenda pemeriksaan terdakwa akhirnya memerintahkan Bawaslu Pelalawan tindak lanjuti dan proses Anggotanya yang menjadi “calo” suara dalam pelaksanaaen pemilu.

Perintah Majelis Hakim ini,  setelah mendengarkan keterangan terdakwa yang menjelaskan berkali kali bahwa dalam peristiwa penggelembungan suara untuk Nurlaili dan Sudirman ,otaknya adalah  Empi.

Sugeng dalam keterangannya, baik dalam persidangan maupun kepada wartawan ,bahwa dalam hal penggelembungan suara di wilayah Pangkalan Kuras otaknya adalah Empi ,karena yang menyuruh dan mengajak  dirinya melakukan hal tersebut adalah Panwascam yang bernama Empi.

Lebih jauh sugeng menjelaskan bahwa awal niat untuk mengubah  hasil rekapitulasi suara caleg dari partai Golkar dan Gerindra ,adalah atas ajakan dan permintaan dari Empi karena  saat untuk melakukan perubahan data, dirinya  dipanggil dan di pertemukan oleh Empi dengan kedua orang tersebut berturut turut  selama dua hari yakni tanggal 23 dan 24 April 2019.

“Kalau untuk ibu Hj Nurlaili saya dijemput oleh Empi  bersama dia pakai mobil Suzuki SX Over, sedangkan pertemuan dengan Sudirman keesokan harinya di Nilam Sari atas permintaan Empi”, terangnya.

Sementara Ketua Majelis Hakim Melinda Aritonang SH dalam persidangan setelah mendengarkan keterangan terdakwa sebelum sidang ditutup mengatakan “itu Bawaslu sesuai dengan apa yang disampaikan terdakwa dalam persidangan ini saudara Empi sebagai Anggota Panwascam yang jadi calo tolong di tindak lanjuti dan di proses”, terangnya.( ishar.D)