Jumat, 13 Desember 2019

Polisi Temukan 5 Senpi dan Bahan Peledak Usai Baku Tembak dengan Bandar Narkoba

TOPRIAU, PEKANBARU -Baku tembak antara polisi dan bandar narkoba yang terjadi di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (23/07/19) pagi,  tidak hanya berhasil melumpuhkan dan menewaskan dua orang bandar narkoba, tapi polisi juga berhasil menyita sejumlah senjata api dan bahan peledak serta ratusan peluru aktif. Polisi mensinyalir para bandar narkoba ini, tidak hanya melakukan kejahatan narkoba tapi juga ada melakukan rencana kejahatan lain.

Deretan barang bukti hasil penyergapan terhadap bandar narkoba diperlihat polda riau kepada awak media. Barang bukti  ini, merupakan hasil sitaan dari bandar narkoba yang selama ini, menjadi kejaran polisi atau masuk dalam daftar pencarian orang (dpo)

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan tersebut adalah, dua unit senjata api merek revolver, duapucuk senjata api laras panjang serta 668 butir peluru aktif.

Selain itu petugas juga berhasil mengamankan, satu  pucuk per gun bentuk trisula, satu unit radio motorolla, empat unit hp, enam bh ktp, tujuh buah passport, satu buah kamera digital, 31 buah buku tabungan, satu buah borgol, dua buah alat bong, 31 lembar uang pecahan 50.000, delapan buah atm, dua buah bodyface, tiga buah sarung senjata, dua buah kotak senjata, delapan buah atm, tiga buah dompet serta dua unit kendaraan roda empat.

“Senjata api yang dimiliki oleh bandar narkoba ini dalam pendalaman polisi dari mana senjata api ini di peroleh. Kalau ada keterlibatan kelompok tertentu akan ditindak. Selain itu, ada indikasi kejahatan lain karena dengan ditemukan senjata api ini, dimungkin mereka berencana melakukan kejahatan lain”, jelas Kapolda Riau Irjen Pol Widodoeko Prihastopo.

Sebelumnya terjadi baku tembak antara aparat kepolisian dan bandar narkoba di jalan HR Sobrantas dan Jalan Sepakat, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, akibat baku tembak tersebut, dua gembong narkoba tewas  diterjang timah panas. Dua bandar narkoba yang tewas ini, merupakan pelarian dari Lapas Kelas II B Pekanbaru.

Ketiga bandar narkoba yang menjadi incaran polisi tersebut adalah Sn dan Ar, keduanya tewas saat baku tembak,  sementara satu orang lainnya adalah Rn.

Kejadian ini berawal ketika Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa keberadaan pelaku dpo pelarian dari Lapas Pekanbaru disebuah rumah di Jalan Sepakat, Sidomulyo Barat, Pekanbaru.

Atas informasi tersebut, Tim Resmob Polda Riau dipimpin Kasubdit III dan Kanit Resmob langsung menuju tempat kejadian perkara (tkp) melakukan pengintaian.

Setelah dilakukan pengimtaian selama empat hari pada hari Selasa tanggal 23 juli 2019 pukul 06.30 wib berhasil dilakukan penangkapan terhadap Rn. Kemudian hasil introgasi terhadap Rn menyebutkan bahwa di dalam rumah masih ada pelaku lain Sn dan Ar bersenjata api.

Dalam penangkapan tersebut, polisi sempat terlibat baku tembak dengan dua orang bandar narkoba tersebut dan akhirnya bahasil menewaskan Sn dan Ar.

Dalam baku tembak tersbut, seorang anggota polisi bernama Bripka Lius Mulyadin terkena tembakan pelaku sehingga korban mengalami luka tembak di bagian lengan dan terpaksa di larikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap gembong narkoba tersebut, karena diduga ada keterlibatan orang lain, hal ini dibuktikan banyaknya ditemukan barang bukti diantaranya lima pucuk senjata api dan bahan peledak serta rausan peluru aktif. (TR/Son)