Rabu, 19 Pebruari 2020

Pengacara Abeng Laporkan Perilaku Ketua Majelis Hakim Menyidang Perkara "Penggelapan Harta Dalam Keluarga" Ke Komisi Yudisial

TOPRIAU, DUMAI - Pengacara  Azwar Hamdani alias Abeng terdakwa dalam perkara pidana Penggelapan Harta Dalam Keluarga melaporkan Ketua Majelis Hakim yang menyidangp perkara tersebut ke Komisi Yudisial.


Andreas Fransiskus Hutajulu SH pengacara abeng ini, melaporkan ketua majelis hakim Hendri Tobing  SH yang juga menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Dumai terkait adanya dugaan ketidak profesionalan dan tidak berperilaku jujur dan adil.


"Sebagaimana yang kami duga telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim" yang diatur dalam Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial Di No 047/KMA/SKB/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, jelas Fransiskus.


Pengacara abeng  ini, menyebutkan Ketua Majelis Hakim Hendri Tobing SH telah tidak profesional dan tidak berlaku adil dan jujur dalam memeriksa dan mengadili perkara, seperti pada pemeriksaan terhadap saksi Nur Herlina, penasehat hukum sempat menolak keterangan saksi tersebut karena Nur Herlina dalam perkara ini adalah penasehat hukum saksi korban(Arini), tentu saja keterangannya bisa dipastikan akan memihak kepada saksi korban, namun ketua majelis hakim menolak keberatan penasehat hukum itu dan tetap melakukan pemeriksaan saksi tersebut,pungkas  Fransiskus.


Dan saat keterangan saksi Wondi Putra yang dihadirkan penasehat hukum (saksi meringankan), ketua majelis hakim seolah-olah melecehkan saksi saat saksi ingin menunjukan posisi rekaman sctv yang diputar di laptop dengan mengatakan "saksi dimana, saksi diatas laptop itu" pertanyaan ketua majelis hakim ini tentu saja tidak sepantasnya di ucapkan kepada masyarakat awam yang sudah mengorbankan waktu dan tenaga untuk memberi kesaksian di muka persidangan, tambah Fransiskus.


Dua hal itu, merupakan diantara beberapa point dasar yang dilaporkan dan ditujukan ke Komisi Yudisial oleh pengacara Andreas Fransiskus   Hutajulu SH selaku kuasa hukum terdakwa Azwar Hamdani  alias  Abeng.


Majelis hakim yang menyidang perkara penggelapan harta dalam keluarga ini, menyatakan terdakwa Azwar Hamdani alias Abeng bersalah dan menjatuhkan vonis 1 tahun. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan JPU 2,6 tahun.
TR/