Rabu, 19 Pebruari 2020

Kadis PUPR Pelalawan Dua Kali Mangkir Panggilan PN Pelalawan, Apa yang Terjadi?

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Dengan mangkirnya Kepala Dinas (Kadis) PUPR Pelalawan Hardian Syaputra MT dua kali Panggilan oleh pihak Pengadilan  Negeri Pelalawan dalam kasus  Perdata Gugatan ingkar janji/cidera janji ( Wanprestasi ) oleh PT Raja Oloan terhadap Pemda Cq Dinas PUPR Pelalawan sangat di pertanyakan, apa dilarang oleh pimpinan atau orangnya belum siap menghadapi hal yang berkaitan dengan hukum, karena ada isu berkembang bahwa untuk menghadiri Panggilan Pengadilan harus ada izin dari pimpinan  yakni Bupati Pelalawan.

Eva Nora Kuasa hukum PT Raja Oloan saat dijumpai wartawan di Pengadilan Negeri Pelalawan  menjelaskan  bahwa wanprestasi yang diakukan ini adalah karena pelaksanaan Paket I Revertment Sungai Kampar - Danau Kajuik Pemerintah Kabupatem Pelalawan sebagai tergugat  tidak menepati janjinya terhadap pembayaran hasil pengerjaan yang sudah mencapai 100% dan sudah dibuatkan berita acara serah terima ,juga tergugat tidak mengindahkan rekomendasi BPK RI.

“Kita sedikit kesal juga dengan tergugat yang terkesan remeh dengan permasalahan ini karena upaya awal dari majelis hakim  untuk melaksanakan mediasi tidak di hargai oleh tergugat bahkan dua kali Hakim melayangkan surat panggilan tergugat tidak mau hadir hanya dengan alasan tunggu izin pimpinan dulu , jadi se olah olah tergugat lebih ngedepankan pimpinan dari panggilan Hakim Pengadilan Negeri”, terangnya.

Sementara Ketua Majelis Hakim sebagai ketua tim mediasi Melinda Aritonang SH.MH melalui Humas PN Pelalawan Rahmad Hidayat Batubara SH ST MH  membenarkan bahwa pihak pengadilan sudah dua kali memanggil tergugat melalui surat panggilan secara tertulis namun tergugat tidak hadir. “Walaupun demikian kita akan tetap upayakan manggilnya sekali lagi”, tuturnya.

Sedangkan  bagian hukum setda Pelalawan  ikut tergugat Hendri kepada wartawan mengatakan bahwa mediasi ditunda minggu depan karena tergugat 1 Kadis PUPR Pelalawan  Hardian Syaputra MT  tak bisa hadir karena harus menunggu perintah pimpinanan. (Ishar.D)