Rabu, 23 September 2020

F1QR Lanal Dumai Amankan 11 Kg Sabu Dan 63 Ribu Ekstasi Bersama Dua Tersangka

TOPRIAU,DUMAI - Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai berhasil mengamankan Kapal jaring nelayan tanpa nama GT 3 bermuatan 11 Kg Narkoba jenis Sabu dan 63 Ribu pil Ekstasi, bersama dua orang ABK pada Selasa (18/2/2020) sekira pukul 00.30 WIB di Perairan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Pers Release yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E, M.M, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap kedua pelaku, salah satu pelaku mengaku telah 12 kali menjemput narkoba dari Malaysia.


"Berdasarkan pengakuan pelaku, adapun modus operandinya pelaku masuk ke Malaysia dengan sarana kapal membawa muatan kayu teki dan kemudian Pulang membawa narkoba," jelasnya pada Jumat (21/2/20) di Mako Lanal.


Selain itu, pelaku mengaku bahwa upah gendong belasan kilogran sabu dan puluhan ribu esktasi ini, sebesar Rp 150 Juta Rupiah.


"Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman pidana karena melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," imbuhnya.


Hadir pula pada kegiatan Pers Release Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I Belawan, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid.K S.E.,M.M, Danlanal Dumai yang diwakili Palaksa Lanal Dumai, Letkol Laut (KH) Kaisar Farhan, S.H, Walikota Dumai Zuklifli AS, Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, Kasdim 0320/Dumai, Kepala BC Dumai, dan Perwakilan Imigrasi Dumai.


Kronologi penangkapan bermula saat tim F1QR Lanal Dumai menerima informasi pada Senin (17/2/20) siang, bahwa akan ada kegiatan penyelundupan Narkoba melalui perairan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim F1QR bergerak menuju Posal Bengkalis, dan menghubungi Danposal Selat Panjang untuk melaksanakan penyekatan di perairan tersebut. 
Pada pukul 21.00 WIB Tim F1QR pertama bergerak dari Posal Bengkalis menuju perairan Tanjung Sekodi menggunakan Sea Rider 85 PK, dan pukul 22.00 WIB Tim F1QR kedua bergerak dari Posal Selat Panjang menuju perairan Merbau menggunakan Patkamla Jemur 200 PK untuk melaksanakan penyisiran dan penyekatan.


Akhirnya pada Selasa (18/2/20) Pukul 00.25 WIB Tim 1 F1QR mendeteksi sebuah siluet Kapal jaring nelayan yang mencurigakan berkecepatan tinggi melintas di lambung kanan Sea Rider 85 PK yang sedang melaksanakan pengintaian di sekitar perairan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.


Selanjutnya tim melaksanakan Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) terhadap Kapal jaring tersebut. Barulah pada pukul 00.30 WIB kapal dapat dihentikan pada Koordinat 01°12.277'N 102°35.274'E. 
Dikarenakan cuaca buruk dan gelombang kuat Sea Rider 85 PK tidak dapat merapat ke kapal jaring nelayan tersebut, sehingga 2 orang dari Tim F1QR melompat ke atas kapal tersebut untuk melakukan penggeledahan.
Namun di karenakan cuaca yang tidak mendukung serta gelombang tinggi, tidak memungkinkan untuk melaksanakan penggeledahan. Kemudian kapal jaring tersebut digiring oleh Tim 1 dan Tim 2 menuju Tanjung Sekodi perairan Selat Panjang.


Pada pukul 00.52 WIB ketika keadaan cuaca di laut sudah tenang, kemudian Tim F1QR melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan.
Sabu dengan berat bersih 11.616 Kg tersebut dibungkus ke dalam kemasan teh cina berwarna hijau sebanyak 11 bungkus, serta 7 bungkus besar berisi 63.000 butir Pil Ekstasi berwarna kuning, ungu, oranye dan merah muda. Serta 2 orang ABK berinisial AP (28) dan ZA (46) warga Kabupaten Kepualaun Meranti.


Selanjutnya pelaku bersama barang bukti dikawal oleh Tim F1QR menuju Lanal Dumai untuk dilaksanakan penyidikan lebih lanjut.


Dekatra