Selasa, 31 Maret 2020

Aneh Saksi BKSDA tak Tau 2 Warga Pelalawan Dijadikan DPO

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang lanjutan kasus janin dan kulit harimau digelar di Pengadian (PN) Pelalawan pada hari Selasa (03/03/2020) dalam ruangan sidang Cakra dengan agenda mendengarkan keterangan saksi

Sidang yang diketuai oleh Bambang Setyawan SH MH beranggotakan Nurrahmi SH dan Ria Ayu berjalan cepat ringkas dan tepat, karena saksi yang dihadirkan (Jaksa Penuntut Umum (JPU)  dari BKSDA sebanyak dua orang menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang mereka lakukan, hanya saja disayangkan mereka tidak tau dua orang yang di jadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Penyidik.

Dua orang saksi yang dihadirkan JPU dalam persidangan menyampaikan bahwa barang bukti ditemukan berupa janin harimau yang disimpan dalam botol adalah di rumah M Yusuf,sedangkan kulit harimau ditemukan di rumah Sakban Sembiring sementara keterlibatan Toni Setiawan adalah karena  saat penangkapan berada di rumah Sakban Sembiring.

“Terkait dengan dua warga Pangkalan Lesung dan Ukui yang dijadikan DPO oleh penyidik kedua saksi menjawab tidak mengetahui,selanjutnya terdakwa dijerat dengan pasal4 0 ayat 2 UUNo5 tahun 1990” terangnya.

Sementara ketiga terdakwa M.Yusuf,Sakban Sembiring dan Toni Setiawan saat ditanya Majelis Hakim tentang  yang diterangkan saksi  membenarkan semuanya.

Majelis Hakim pada akhir persidangan menyampaikan bahwa sidang dilanjutkan pada hari Selasa (10/03/2020) kan datang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang di hadirkan oleh JPU Rahmad Hidayat SH. (Ishar.D)