Rabu, 23 September 2020

Ternyata Objek Perkara Karhutla PT SSS di Lahan yang Tidak Digarap Karena Tumpang Tindih.

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Untuk memperkuat  bukti bukti dalam persidangan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan terdakwa Alwi Harahap dan PT SSS yang diwakili oleh Eben Eizer dilaksanakan persidangan setempat , yang mana dalam kegiatan yang langsung di hadiri Kejari Pelalawan Nophy Tenno Pore South SH MH berjalan dengan khidmat bahkan kedua petinggi penegak hukum ini menjajaki satu persatu apa yang di berkas untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menegakkan hukum .

Sidang berlangsung  pada Rabu (11/03/2020)  dengan Majelis Hakim yang diketuai oleh Bambang Setyawan SH MH beranggotakan Nurrahmi SH dan Ria Ayu Rosalin SH MH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marthalius SH

Terdakwa Koorperasi yang dalam hal ini diwakili Eben Eizer dalam persidangan di lapangan menjelaskan  sesuai dengan yang ada dalam peta, kawasan yang terbakar ada dua tempat dan dari kedua tempat tersebut saat peristiwa kebakaran tidak melakukan aktifitas apapun kecuali pemantauan serta menjaga untuk menghindari kebakaran,karena secara legalitas izin  milik kita PT.SSS namun di lapangan kita bisa garap dengan alasan masyarakat mengklaim bahwa lahan tersebut milik mereka dengan dasar SKT yang di keluarkan oleh pemerintah setempat.

Lebih jauh Eben menjelaskan terkait dengan fasilitas untuk safety perusahaan sudah kita lengkapi baik itu menara pemantau api ,embung  dan lain sebagainya. “Memang kita akui kita masih kekurangan personil , untuk pengawasan selain menara api juga kita punya  pos pemantau dibeberapa titik dalam areal sesuai dengan izin yang kita miliki meskipun lahan tersebut tidak bisa kita garap”, jelasnya.

Terkait dengan embung Eben memaparkan bahwa embung adalah sarana cadangan air bukan sarana utama dalam menangani kebakaran lahan dan air di sini bisa dimanfaatkan dengan maksimal apabila jarak dari embung ke lokasi kebakaran sesuai dengan kapasitas mesin yang digunakan.

“Kalau mesin berkapasitas tinggi yaa jangkauannya tentu lebih jauh tapi kalau di dalam hutan kapasitas mesin dominan yang bisa digunakan berkekuatan 3 slang atau berkisar jarak 300 meter dari embung, namun kebanyakan embung ini digunakan untuk mobilisasi melalui mobil Damkar dan Helikopter , dalam pembuatan embung itu ada standarisasinya yakni satu embung dengan luas 15 ha” tutur Eben.

Sementara dari pihak BPN yang ikut dalam pengukuran saat kebakaran saat ditanya Majelis Hakim membenarkan bahwa lahan yang terbakar secara administrasi masuk dalam kawasan HGU PT  SSS .(Ishar.D)

Eben Eizer menunjukkan kepada Ketua Majelis tentang titik awal api dalam persidangan setempat  di Desa Kuala Panduk.Kecamatan Teluk Meranti