Jumat, 22 September 2017

Hakim Vonis 5 Tahun Penjara Terdakwa Penipuan 62 CPNS di Dumai

TOPRIAU, DUMAI - Pelajaran bagi yang ingin menjadi pegawai negeri sipil menggunakan jalur cepat. Suhartati alias Cici terdakwa perkara penipuan penerimaan CPNS di Dumai yang berhasil menipu 62 orang korbannya dengan nilai uang mencapai 6 miliar rupiah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dumai lima tahun penjara. Putusan hakim itu lebih berat dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menerima putusan hakim tersebut terdakwa tanpa berfikir langsung mengajukan banding

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelias Hakim Aziz Muslim  didampingi dua hakim anggota, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap 62 saksi dengan kerugian mencapai 6 miliar rupiah terdakwa dianggap bersalah melanggar pasal 378 kuhp jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yopie Budiman yang menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara,  tidak ada fakta persiangan yang meringankan terdakwa tanpa pikir panjang  terdakwa langsung menjawab putusan hakim dan menandatangani berita acara sebagai bukti menerima putusan tersebut.

"Putusan hakim tersebut sudah sesuai, hakim memutus menjadi lima tahun penjara karena tidak fakta persidangan yang dapat meringankan terdakwa,  seingga pasal di gunakan 137 jo 65 KHUP hukuman diatas 3 tahun kurungan penjara", jelas Yopie Budiman.

Perkara ini bermula dari ulah terdakwa yang menawarkan 62 orang yang menjadi korbannya penerimaan CPNS di Dinas Perhubungan dan KSOP pada tahun 2015 dengan meminta menyetorkan sejumlah uang mulai dari 80 juta rupiah hingga 125 juta rupiah.

Terdakwa berjanji bisa langsung mengeluarkan SK CPNS, terhiur dengan rayuan terdakwa korban akhirnya bersedia membayar.

Namun, aksi tipu-tipu terdakwa akhirnya terbongkar setelah para korbannya  mendatangi kantor dinas terkait dan ternyata diketahui terdakwa hanya seorang ibu rumah tangga kemudian terdakwa dilaporkan ke aparat kepolisian polres dumai. Terdakwa bekerja berdua dengan rekannya terdakwa lain Helen Nora yang sudah lebih dahulu di vonis mejelis hakim dengan putusan 2 tahun 6 bulan kurungan penjara. (TR/Dekatra)