Jumat, 22 September 2017

Tuntutan JPU di Nilai Keluarga Korban tidak Adi, Harusnya Terdakwa Ikut Dipenjara

TOPRIAU, DUMAI - Sidang peradilan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum dalam perkara perkelahian pelajar menyebabkan kematian di Pengadilan Negeri Dumai, pihak keluarga korban tidak terima tuntutan jpu tersebut. Setelah sebelumnya melaksanakan beberapa kali proses sidang agenda mendengarkan keterangan saksi sebanyak 11 orang, terdakwa terdakwa ZP (17) dan AS (16 )

Dalam persidangan yang berlangsung selama 60 menit itu, terdakwa ZP diganjar dengan hukuman 2,6 tahun penjara, sementara AS diberikan sanksi berupa pengawasan pelatihan selama 11 bulan atas perbuatan yang menghilangkan nyawa korbannya (Alm) Junedi Azwari (13) yang tak lain merupakan rekannya ketika duduk dibangku SMP Muhammadiyah Dumai.

Atas tuntutan jpu tersebut, pihak keluarga korban keberatan, mereka menilai tuntutan yang diberikan kepada kedua terdakwa tidak adil, terutama terhadap terdakwa AS yang hanya diganjar 11 bulan pengawasan saja.

"Kami pribadi sekeluarga sangat keberatan atas tuntutan yang diberikan, terutama terdakwa AS yang hanya 11 bulan pengawasan, sementara terdakwa ZP hukum penjara 2,6 tahun kurungan penjara," ujar Al Candra yang merupakan kakek korban usai persidangan.

Atas tuntutan itu, terdakwa AS tidak ditahan bebas berkeliaran kemana saja, sementara terdakwa ZP meringkuk dibalik penjara. "Artinya, dengan tuntutan itu tidak ada efek jera bagi terdakwa," tutur Candra dengan nada kesal.

Menurutnya, mereka tahu terdakwa masih dibawah umur, namun tunjukkan keadilan kepada pihak korban, sebab yang hilang ini nyawa seseorang. Sudah seharusnya keadilan, karena tindakan terdakwa terbukti telah melanggar hukum.

"Sampai saat ini kita masih menghormati jalannya persidangan, meski demikian kita sangat keberatan atas dakwaan yang disangkalkan kepada AS selama 11 bulan itupun pelatihan," tukasnya.

Sementara itu Kepala Kejari Dumai M.P. Yusuf, SH MH dikonfirmasi melalui Kasipidum M. Emri Kurniawan SH MH didampingi JPU Agung Nugroho SH mengatakan, bahwa pihaknya telah menuntut kedua terdakwa duel maut pelajar Dumai.

"Terdakwa ZP kita tuntut 2,6 tahun kurungan penjara, sementara AS kita ganjar dengan hukuman 11 bulan pengawasan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA)," tuturnya.

Dijelaskannya, menurut UU SPPA seorang pelaku tindak pidana anak dapat dikenakan dua jenis sanksi, yaitu tindakan bagi pelaku tindak pidana yang berumur di bawah 14 tahun Pasal 69 ayat (2) UU SPPA. Dan  Pidana, bagi pelaku tindak pidana yang berumur 15 tahun ke atas.

"Sanksi Tindakan yang dapat dikenakan kepada anak meliputi sesuai Pasal 82 UU SPPA yakni, pengembalian kepada orang tua/Wali, penyerahan kepada seseorang, perawatan di rumah sakit jiwa, perawatan di LPKS, kewajiban mengikuti pendidikan formal dan atau pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau badan swasta dan beberapa poin lainnya," tukasnya. (Dekatra-Oka)