Minggu, 19 November 2017

Tiga Terdakwa Penyelundupan Manusia di Dumai Duntut diatas 7 Tahun Penjara

TOPRIAU, DUMAI - Jaksa Penuntut Umum (JPU)  dalam sidang di Pengadilan Negeri Dumai menuntut tiga terdakwa perkara penyelundupan manusia masing masing 7,6 tahun kurungan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum, Henki Munte di hadapan ke tiga terdakwa serta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dumai.

Ketiga terdakwa ini terbukti bersalah sesuai pasal pasal 120 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan denda maksimal sampai Rp 1,5 miliar, ujar jaksa penuntut umum tersebut.

Kasus ini terbongkar Bermula saat Bareskrim Polri bersama Polres Dumai berhasil mengungkap jaringan penyelundupan manusia dengan tiga pelaku satu diantara warga kenegaraan Bangladesh dua warga Indonesia.

Kasus people smuggling yang terjadi di Dumai, Riau ini modusnya warga Banglades ini masuk melalui bandara Soekarno Hatta kemudian diantar ke Pekanbaru selanjutnya dikirim ke Dumai dan ditampung untuk kemudian diselundupkan ke Malaysia dengan cara ilegal.

Saat digerebek terjaring 74 WNA yang tinggal di penampungan, selain itu juga polisi mendapatkan dua orang tersangka pemilik rumah penampungan yakni SR dan S.Dari pemeriksaan polisi setiap WNA itu membayar sekitar Rp 2 juta untuk satu kali penyeberangan ke Malaysia.

Peranan terdakwa SR dan S sebagai penampung WNA dan sebagai penjemput dari Pekanbaru ke Dumai sedangkan terdakwa tss penyedia kapal dan merupakan pemain lama dalam kasus penyelundupan manusia. Terdakwa tss ini bisa menyelundupkan sekitar 600 WNA setiap bulannya. Jika dikalikan dua juta rupiah dan dihitung sejak tahun 2011 nilai nya sangat besar sekali.

Kini ketiga terdakwa menunggu proses sidang selanjutnya dengan agenda sidang pembacaan pledoi dan vonis hakim Pengadilan Negeri Dumai. (TR/Dekatra)