Jumat, 15 Desember 2017

Majelis Hakim PN Pelalawan Kasih Lampu Merah JPU

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Terkait dengan penundaan sidang kasus perizinan PT PSJ yang ke 2 kali dikarenakan JPU belum siap untuk membacakan Tuntutan,   Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan yang di ketuai oleh Idewa Gede Budi Dharma Asmara SH MH dibantu oleh Hakim anggota Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH dan Nurrahmi SH serta Panitera Pengganti Aliluddin SH memberikan signal lampu merah kepada JPU  Himawan Aprianto Saputra SH.

Katua Majelis hakim I Dewa Gede Budi Dharma Asmara SH MH dalam persidangan menyampaikan setelah permintaan maaf JPU atas belum siapnya Tuntutan terhadap terdakwa PT Peputra Supra Jaya yang Diwakili oleh Sudiono,sebelum menunda persidangan kita majelis hakim sedikit bertanya ,kepada JPU,sejauh mana tentang persiapan untuk membacakan Tuntutan ini karena sesuai dengan surat pemberi tahuan kita terdahulu kepada KeJagung bahwa persidangan ini kita tuntaskan dengan waktu 5 bulan ,namun nyatanya sampai saat ini dengan waktu 6 bulan lebih persentase sidang masih sekitar 75 % ,agar sidang ini tidak lagi molor hari ini kita memberi lampu merah kepada JPU agar sesegera mungkin membuat dan membacakan tuntutan, jika pada hari Senin 11 Desember 2017 JPU belum juga siap untuk membacakan tuntutan maka kita akan surati Kejagung terangnya.

Sementara JPU Himawan Aprianto Saputra SH dalam persidangan menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembacaan tuntutan dengan alasan sidang yang daksanakan ini adalah limpahan dari Kapolri kepada Kejagung ,dikarenakan TKP nya di Pelalawan kita dikasih untuk menyidangkannya ,dalam hal ini kewenangan kita untuk membuat Rentut tidak ada dan inilah yang menjadi kendala bagi kita.

"Kita tetap berusaha agar Kejagung secepatnya mengirim Rentut yang akan kita bacakan ,lebih jauh putra menyampaikan bahwa Insya Allah jika umur panjang Tuntutan akan kita bacakan ,hal ini juga dikuatkan dengan adanya informasi dari Kejagung bahwa tuntutan masih dalam perjalanan",  terangnya. ( ishar.D)


Sudiono saat mendengarkan paparan ketua majelishakim tentang penundaan sidang