Jumat, 15 Desember 2017

Kasus Mobiler Kampar, Tak Mampu Hadirkan Saksi Hakim Ingatkan JPU

TOPRIAU, PEKANBARU - Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  ZN, Kontraktor yang tersandung kasus pengadaan mobiler  Dinas Pendidikan Kampar terpaksa ditunda.      Seharusnya , Selasa   (5/12/2017) sidang dijadwalkan untuk pemeriksaan lima orang saksi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar.

Penuntut Umun (Kejari) mengaku tak mampu menghadirkan saksi, karena mereka beralasan keluar Kota. 

" Maaf majelis, kami sudah menghubungi beberapa kali, namun mereka bilang keluar kota karena tuntutan dinas,"

Sementara Ketua Pengadilan Negeri (PN) Arifin, S.H, M.hum  menegaskan kepada Penuntun Umum, sidang tersebut lebih penting daripada yang lain

"Seharusnya jaksa mampu menghadirkan saksi, proses sidang ini lebih penting dari yang lain," tegasnya.

Sebelumnya, sidang tersebut dipantau langsung oleh Komisi Yudisial (KY), dan juga heboh di beberapa media massa.

"Persidangan ini sudah mendapat sorotan publik lo, pihak (KY) juga ikut memantau, jadi jangan sampai pelaksanaan sidang ini tidak kita lakukan dengan baik dan benar," ulas Arifin.

Dirinya menyampaikan kepada jaksa, sidang ini memakan waktu dan biaya, baik dari pihak pengadilan maupun penasihat hukum. Saksi yang diperiksa baru sekali saja,

"Hormatilah persidangan, tolong penuntut umum sampaikan itu kepada saksi-saksi," imbaunya.

Di tempat berbeda, tim penasihat hukum ZN, saat dikonfirmasi melalui Muhamad Zainudin, S.H mengatakan kecewa karena tidak hadirnya saksi.

" Untuk perkara tindak pidana korupsi, sangat aneh dan janggal bila penuntut umum tidak serius tampaknya dalam menghadirkan saksi," kata dia kesal.

Menurutnya persidangan adalah untuk memperoleh gambaran jelas agar lahir putusan hukum yang adil. (Dika)