Jumat, 15 Desember 2017

Dokter Diduga Aniaya Pembantu, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat Beratnya

TOPRIAU, TOPRIAU - Tindak penganiayaan dan kekerasan fisik yang diduga dilakukan seorang oknum dokter gigi berinisial S-A terhadap korban Ika Indah Sriwahyuni (21 tahun) membuat ibu kandung korban sedih apalagi saat melihat kondisi anak yang babak belur serta terdapat beberapa luka lebab di tubuh dan kepala korban.

Orangtua korban Manisa menyampaikan sejak bekerja dengan pelaku ia tidak pernah bisa bertemu dengan anaknya dan pernah sekali ia megunjungi korban namun saat itu pelaku tidak mengizinkan.

Orangtua korban berharap agar kasus penganiayaan yang dialami anaknya cepat diusut dan pelaku diberi ganjaran setimpal.

"Kami berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas persoalan ini dengan segera dan memberikan hukuman seberat beratnya",jelas Manisa.

Sebelumnya seorang pembantu rumah tangga di Kabupaten Kampar telah menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan seorang oknum dokter gigi.

Dari pengakuan korban Ika Indah Sriwahyuni dirinya selalu mendapat perlakukan kasar dari majikannya, bahkan benda benda tumpul selalu dipukul ke anggota tubuhnya. selalu mendat penganiayaan ika juga tidak mendapat gaji.

"Selain prilaku kekerasan fisik yang hampir setiap hari saya terima, majikan saya juga tidak pernah membayarkan gajinya selama tiga bulan, pada hal saya bekerja mulai jam lima subuh dan terkadang baru berhenti pada tengah malam", jelas ika di RSUD Bangkinang baru baru ini.

Penganiayaan yang diterima korban diduga dialaminya di klinik tempat s-a membuka praktik yang terletak di Jalan Agus Salim Bangkinang Kota Kabupaten Kampar. Tindakan kekerasan ini terungkap setelah keluarga korban mendapatkan laporan dari tetangga pelaku. (TR/Today)