Jumat, 15 Desember 2017

Tak Tepati Janji, Ketua Kelompok Tani Pasukuan Lubuak Dipidanakan Yunus Tarigan

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Yunus Tarigan sekeluarga korban penipuan atas lahan seluas 92 Ha yang terletak di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan oleh Sudin sebagai ketua Kelompok Tani dalam pasukuan lubuak,hanya minta kembalikan uang yang sudah diserahkannya, karena sudah tak tahan janji palsu akhirnya Yunus T menempuh jalur hukum.

Yunus Tarigan di Kantor Pengadilan Negeri Pelalawan kemaren kepada wartawan menjelaskan bahwa karena saya sudah tidak tahan dengan janji janji Palsu saudara Sudin sebagai Ketua Kelompok tani dalam pasukuan Lubuak di Desa Segati untuk pengembalian uang senilai Rp 700 juta lebih atas pembelian tanah seluas 92 Ha ,dalam peristiwa ini menurut Yunus awalnya saya beli tanah sama Sudin seluas 92 Ha dengan harga 8 juta/ Ha yang dilengkapi dengan SKT dan surat lain yang dikeluarkan oleh ninik mamak serta kepala suku Lubuak di Desa Segati Kecamatan Langgam juga dikuatkan dengan surat perjanjian juga ditanda tangani oleh kedua pihak mengetahui dan menyetujui Kades dan petinggi Adat dalam pasukuan Lubuak ,namun setelah ditanami sawit ternyata lahan tersebut di clem oleh PT NWR sesuai dengan izin yang mereka miliki sehingga lahan tersebut diambil paksa oleh perusahaan ,karena saya ada perjanjian dengan Sudin saya hanya minta kembalikan uang akan tetapi sudin hanya lontarkan janji palsu maka saya bawa masalah ini ke jalur hukum terangnya.
Sementara penghulu Adat pasukuan Lubuak Nazarudin Datuk Antin saat di konfirmasi di pengadilan Negeri Pelalawan kemaren menjelaskan dan mengakui bahwa tanah ulayat yang 100 Ha terletak didesa segati sudah dihibahkan kepada Sudin bersama anggotanya yang juga anak keponakan pasukuan lubuak namun adanya jual beli dengan saudara yunus tarigan kita tidak tahu ,selain itu saya akui ada terima duit dari sudin Rp 6.000.000,- tapi itu saya tak pernah diberi tau bahwa itu bagi hasil penjualan tanah ulayat seluas 92 Ha dan pencantuman nama saya dalam daftar kelompok tidak sepengetahuan saya ,lebih jauh datuk atin menjelaskan menurut aturan yang namanyavtanah ulayat gak bisa di perjual belikan kecuali ada kesepakatan orang yang tergabung dalam pasukuan lubuak terangnya.


Hal ini juga dikuatkan oleh salah seorang warga yang enggan ditulis namanya saat dijumpai wartawan di PN Pelalawan, benar tanah ulayat seluas 92 Ha dijual secara global oleh Sudin namun kami tidak pernah kenal dengan pembelinya dan kami masing mendapatkan her fariasi ada yang 20 juta per KK dan ada yang 19 juta ,karena lahan tersebut di klaem PT NWR kami sudah kembalikan uang yang kami terima kepada Sudin,yang pengembaliannya dilengkapi dengan kwitansi tuturnya. (Ishar.D)