Sabtu, 17 November 2018

Pertamina RU II Dumai Layangkan Memory Kasasi dengan Menggandeng Pengacara Otto Hasibuan

TOPRIAU DUMAI- Keputusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru menguatkan atas kasasi yang diajukan Pertamina Dumai terkait sengketa lahan di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, kota Dumai. Perusahaan semi plat merah itu mengandeng Penasehat Hukum ternama Otto Hasibuan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung.

Dimana sebelumnya, pada Mei 2017 lalu Pengadilan Negeri Dumai telah memutuskan bahwa lahan tersebut milik masyarakat Pertamina Dumai kembali mengajukan kasasi di Pengadilan Tinggi maupun tingkat Mahkamah Agung.

"Pada Desember kemarin kita menerima memori kasasi dari pengacara ternama Otto Hasibuan atas perkara tersebut, alhamdulilah hari ini (Kamis, red) kita mengirim kontra Memori Kasasi ke Pengadilan Negeri Dumai," ujar singkat Edi Azmi disela-sela pengirim kontra memori kasasi.

Diberitakan sebelumnya, Pertamina Dumai menyatakan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Dumai maupun di Pengadilan Tinggi yang menguatkan bahwa lahan tersebut merupakan milik masyarakat.

Adapun sengketa lahan antara Pertamina Dumai selaku pengugat dengan masyarakat atas nama Awaludin selaku tergugat telah menjalani persidangan cukup panjang.

Dalam sidang berlangsung sejak 2016 lalu, pada Pengadilan Negeri Dumai yang memutuskan bahwa lahan itu secara sah milik masyarakat dikarena tidak satupun barang bukti maupun saksi yang dihadirkan Pertamina Dumai menguatkan objek permasalahan milik mereka.

Berdasarkan hasil putusan yang dibacakan majelis hakim PN Dumai pada Mei 2017 lalu adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp 15 miliyar atas pembelian objek permasalahan. Bahkan, pihak Pertamina Dumai diharuskan membayar ganti rugi atas pengerukan diatas objek permasalahan sebesar Rp 77 juta.

Hingga dilakukan Kasasi di Pengadilan Tinggi yang kembali menguatkan bahwa lahan tersebut milik masyarakat. Kini, salah satu perusahaan terbesar Indonesia itu kembali kasasi di tingkat MA dengan penggandeng pengacara ternama Otto Hasibuan yang pernah menanggani permasalah kopi sianida itu. (Dekatra)