Kasus Perizinan KUD Pematang Sawit , Hairul Pagap Akui yang Terima Uang 1 M Syamsuarlis

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus perizinan KUD Pematang sawit yang digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan Rabu (24/1)  dalam agenda pemeriksaan terdakwa  mengaku uang sebanyak 1 M dari pemodal diterima dan dinikmati oleh Ketua Koperasi, Syamsuarlis yang berpropesi sebagai PNS di DinasPendidikan Pelalawan. Selain itu juga mengaku dirinya dijadikan terdakwa terpaksa demi kepastian hukum terhadap koperasi.

Hairul Pagap dalam persidangan yang diketuai Majelis Hakim Meni Warlia SH MH, dibantu oleh Hakim Anggota Ria Ayu Rosalin SH MH dan Rahmad Hidayat Batubara SH ST MH serta Panitera Pengganti Usman SH, menjelaskan bahwa dirinya tidak mengerti tentang Koperasi,dan dirinya juga dijadikan terdakwa terpaksa dikarenakan Ketua Syamsuarlis saat di panggil Polisi selalu mangkir dan lari.

"Adanya dana dari penanam modal sebanyak 1 M tidak pernah saya terima itu diterima dan di pegang oleh Ketua, Syamsuarlis,selain itu, penunjukan Pengurus dominan dipaksakan",  terangnya.

Sementara salah seorang keluarga terdakwa berinitial Z juga sebagai Paman terdakwa  usai persidangan di Pengadilan Negeri Pelalawan kepada wartawan menjelaskan , keponakannya dikorbankan ,karena secara aturan dan Undang Undang di dalam suatu organisasi maupun Koperasi segala masalah yang timbul tanggung jawab sepenuhnya adalah ketua.

"Sangat disayangkan dalam kasus ini, Ketua yang berstatus PNS di di dinas Pendidikan enak berkeliaran kesana sini seenaknya", terang Z.

JPU Marthalius SH saat di konfirmasi di Pengadilan Negeri Pelalawan menjelaskan dakam kasus ini sangat kita sayangkan terdakwa bukan orang yang mengerti dan paham tentang yang didakwakan kepadanya ,kita perlu juga acung jempol sama terdakwa karena terdakwa siap berkorban demi memperjuangkan orang banyak.

"Namun ini tidak kisa pungkiri bahwa perbuatan terdakwa sudah melanggar hukum sehingga terdakwa harus memlaertnaggung jawabkannya", Marthalius .( ishar.D)