48 Kasus Illegal Logging dan Lainya Ditangani Balai Gakum Wilayah Sumatera

TOPRIAU, PEKANBARU-Kepala Balai Gakum Wilayah Sumatera, Edward Sembiring Jum'at (26/1/18) menyebutkan bahwa sepanjang 2017, Balai Gakum Wilayah Sumatera menangani 48 kasus. 48 kasus yang  ditangani adalah perambahan, illegal logging dan tumbuhan dan satwa langka.

Kata Edward, dari 48 kasus yang ditangani, 34 diantaranya sudah P21. Beberapa kasus yang sudah P21 itu meliputi kasus tumbuhan dan satwa langka (17 kasus), illegal logging (15 kasus) dan perambahan (2 kasus). Sisanya sebanyak 14 kasus sedang proses penyidikan.

"Kita tangani berbagai kasus lingkungan. Termasuk kasus TSL (tumbuhan satwa langka). Dari berbagai penanganan kasus iyu, banyak barang bukti yang berhasi kita amankan. Seperti, chainsaw, truk, sscavator, spefa motor, kapal kayu, parang, kayu gergajian, kayu bulat. Untuk TSL, kita berhasil mengamankan berbagai satwa. Seperti trenggiling, kukang, kulit harimau, harimau mati dan lainnya," terang Edward Sembiring.

Dsinggung tentang pelanggaran yang dilakukan oleu corporate, Edwar mengatan bahwa dalam pengawasan penataan usaha/kegiatan terhafap 50 usaha, ada 7 perusahaan yang taat pada aturan perundang undangan, 6 perusahaan mendapatkan teguran tertulis, 35 paksaan pemerintah, 1 pembekuan ijin dan 1 pencabutan ijin.

"Itu semua metupakan jasil dari dilakukannya 10 kali operasi illegal logging, 8 kali operasi perambahan dan 8 kali operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL)," pungkad Edward Sembiring.(TR/MCR)