Sabtu, 15 Desember 2018

Kejati Riau, Resmi Menahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi RTH

TOPRIAU,PEKANBARU - Terlihat dengan mengenakkan baju bewarna orange, ketiga tersangka digiring ke dalam mobil Toyota Avanza warna hitam, menuju Rumah Tahanan Kelas II B, Jalan Sialang Bungkuk. Pasalnya, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau resmi menahan tiga tersangka dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas Eks PU Jalan Ahmada Yani, Pekanbaru.

 

"Hari ini penyidik Pidsus Kejati Riau resmi menahan tiga orang tersangka korupai RTH Eks PU. Tiga tersangka ini berinisial RY, AA dan K," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, Senin (5/3)

 

Selanjutnya ia, tiga terduga tersangka ini berperan sebagai,  RY merupakan sebagai pemilik Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, tersangka AA sebagai tenaga ahli dan K sebagai Direktur PT Bumi Lestari.

 

"Tersangka K ini yang meminjamkan bendera kepada tersangka YJB. Sampai saat ini, jumlah tersangka sebanyak 6 orang. Untuk sisanya (12 orang-red) akan dilakukan secara bertahap," ungkapnya.

 

Dalam pemberitaan sebelumnya, penyidik Kejati Riau sudah menetapkan sebanyak 18 orang tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan RTH Eks PU Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani Pekanbaru.

 

Dari 18 orang tersangka tersebut, Pidsus Kejati Riau sudah melakukan penahanan terhadap 6 orang tersangka yang berinisial RY sebagai pemilik Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, AA sebagai tenaga ahli, tersangka K sebagai Direktur PT Bumi Lestari, Dwi Agus Sumarno selaku mantan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air Riau, Rinaldi Mugni selaku Konsultan Pengawas dan YJB.

 

Dalam kasus ini, penyidik Kejati Riau telah merangkum kerugian anggaran negara sebesar Rp1,23 miliar lebih. Dari total keseluruhan nilai proyek mencapai Rp8 miliar. (TR)