Saksi Ahli R Diansyah,Tanpa 2 Alat Bukti yang Sah Penetapan Tersangka Batal Demi Hukum

TOPRIAU,  PANGKALAN KERINCI -  Pengadilan Negeri Pelalawan menggelar sidang terkait dengan prapid kasus PTT Diskes Pelalawan tahun 2014 2015 dengan pemohon AW yang di dampingi penasehat hukum Yusuf Daeng SH band partner. Sidang  dalam agenda pembuktian dan keterangan saksi,oleh pemohon dan termohon ini, dipimpin Hakim tunggal Ria Ayu Rosalin SH MH,

Dalam pembuktian kedua belah pihak saling menunjukkan bukti berupa surat surat yang dibutuhkan dalam pokok perkara,dalam pembuktiannya pihak kejaksaan menyerahkan berkas berkas yang di foto copy maupun yang asli sedangkan pemohon ada sebahagian hanya foto copynya saja.

R Diansyah SH MH dosen Fakultas Hukum di UNRI menerangkan dalam kesaksiannya sebagai ahli  KUHP dan KUHAP bahwa dalam penetapan seorang tersangka itu setelah melalui proses penyelidikan dan diakhiri penyidikan ,di akhir peyidikan itu untuk menetapkan tersangka penyidik harus mempunyai  dua alat bukti yang sah, di antaranya keterangan saksi, SPDP dari penyidik kepada JPU kalau ranahnya dari kepolisian sedangkan kalau ranahnya Jaksa terutama kasus tertentu seperti Korupsi itu SPDPnya ke KPK, dan ini juga wajib dikirim kepada pelapor dan terlapor, dan keterangan dari saksi ahli,  terkait dengan SPDP itu berlaku untuk semua kasus tuturnya.

Dalam pada itu usai persidangan saat di konfirmasi wartawan R Diansyah menjelaskan bahwa batalnya seoranv tersangka adalah tidak lengkapnya dua unsur yang telah diatur dalam undang undang, termasuk SPDP terhadap tersangka terangnya.

Sementara Kejari Pelalawan Tetty Syam SH MH saat dikonfermasi melalui Kasi Pisus Lasargi Marel menjelaskan bahwa dalam prapid ini kita tidak mengada ada tapi apa adanya karena kita dalam menetapkan tersangka sudah memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku jika pemohon mempertanyakan tentang penahanan sampai detik ini kita belum melakukan penahanan.

"Terkait dengan putusan pada hari senin besok itu tergantung sama hakimnya karena itu kewenangan dia dan dalam perkara ini kita sudah penuhi dan lengkapi apa yang dibutuhkan majelis hakim sebagai pembuktiannya", terang Marel.

Sedangkan Ria Ayu Rosalin SH MH setelah menerima pembuktian secara tertulis dan mendengarkan keterangan saksi menunda persidangan sampai hari Senin dengan agenda pembacaan putusan oleh ketu Majelis Hakim  tuturnya. (Ishar.D)