Perjuangan Abdul Wahab Bebas dari Jeratan Hukum Kandas di Ruang Sidang Cakra PN Pelalawan

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - H Abdul Wahab SH yang tersandung kasus penerimaan PTT tahun 2014/ 2015 di Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan berusaha agar dirinya terlepas dari jeratan hukum dengan Memprapedilankan Penyidik Kejari Pelalawan, namun disayangkan karena permohonan yang dimasukkan tidak menyangkut materi maka Majelis Hakim tunggal Ria Ayu Rosalin SH MH yang dibantu oleh panitera Wilas G Simbolon dalam persidangan yang digelar pada Senin ( 9/4) di Ruangan sidang Cakra memutuskan menolak permohonan ,Abdul Wahab SH sebagai pemohon yang didampingi oleh penasehat hukumnya Yusuf Daeng SH and partner.


Ria Ayu Rosalin dalam amar putusannya di persidangan menyampaikan bahwa prosedur penetapan pemohon sebagai tersangka oleh termohon sudah melalui prosedur sebagaimana barang bukti yang diajukan dalam pembuktian sementara permohonan pemohon tentang SPDP tidak masuk dalam materi permohonan sesuai dengan fakta persidangan  dalam agenda pembuktian berupa barang bukti yang diserahkan oleh pemohon,sesuai dengan fakta fakta persidangan serta dengan pertimbangan pertimbangan maka maka Majelis hakim memutuskan permohonan pemohon di tolak tuturnya.

Dalam pada itu Humas PN Pelalawan Rahmat Hidayat Batubara saat dijumpai di ruangannya menjelaskan bahwa putusan yang dibacakan Majelis Hakim sudah sesuai dengan norma nirma hukum yang berlaku di Indonesia,terkait dengan ditolaknya permohonan praperadilan pemohon Abdul Wahab SH yang didampingi kuasa hukumnya Yusuf Daeng SH and partner sesuai fakta di persidangan jelas bahwa permohonan pemohon tidak masuk dalam materi persidangan, dengan demikian ibu Ria Ayu Rosalin SH MH sebagai hakim tunggal yang dibantu oleh Panitera Willas Gompi Simbolon dalam persidangan memutuskan perkara prapid ini dengan putusan menolak permohonan pemohon terangnya.( Ishar. D)