Senin, 15 Oktober 2018

Sidang Kasus Satwa Dilindungi, Saksi Akui Dipaksa dan Dipukuli

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Sidang kasus perdagangan satwa dilindungi dengan terdakwa M A terus berjalan. Selasa (22/5/2018) kemarin Sidang memasuki mendengarkan keterangan saksi.Jaksa Penuntut Umum ( JPU) menhadirkan tiga saksi, satu  orang  dari Anggota Reskrimsus Polda Riau serta  dua  terdakwa pemilik dan pekerja bisnis satwa dilindungi yang juga adik kandung terdakwa .

Saksi Polisi saat ditanya Majelis Hakim dalam persidangan menjelaskan bahwa keterlibatan terdakwa terungkap saat pengembangan tim penyidik sementara yang ditangkap di Pelalawan adalah adik kandung terdakwa Ali Muhammmad dan Jufrizal.

"Pada saat ditangkap adiknya Ali Muhammad mengakui pemilik barang adalah dirinya sendiri namun keterlibatan abangnya kami ketahui setelah di penyidik", terangnya.

Namun saat  saksi lainnya memberikan keterangan terungkap ada unsur kekerasan. Ali Muhmad dalam persidangan menjelaskan bahwa untuk mengakui pemilik barangnya terdakwa M A abang kandung saya adalah karena saya tidak tahan di pukuli oleh Polisi dan itu disaksikan oleh adik iparnya Jufrizal.

Terkait dengan pembuatan rekening di Bank BCA  atas nama Jafri kakak ipar terdakwa itu adalah inisiatif dirinya. "Berdagang trenggiling itu adalah bisnis saya bukan kebijakan abang saya,memang saat ditangkap di Pelalawan saya minta bantu sama abang saya ,memang saya akui bahwa abang saya pernah negur saya agar tidak usaha itu lagi namun saya tetap melakukannya", terangnya..

"Terkait dengan HP memang saya akui itu milik abang saya ,walaupun memakainya gantian tapi kartu tetap milik masing masing ,dalam pada itu saya juga akui kalau abang saya minta duit sama saya ya saya kasih ,kadang sejuta kadang lima juta tergantung kebutuhannya itupun gak terus terusan", terangnya .

Sementara terdakwa M A baik keterangan saksi dari Polda Riau dan Ali Muhamad membenarkan semuanya .

Majelis Hakim yang di ketuai oleh Nelson Angkat SH MH usai mendengarkan ketrangan saksi dan tanggapan terdakwa dan mendengarkan pernyataan JPU yang akan menghadirkan saksi ahli menunda Persidangan tanggal  29 Mei 2018 dalam agenda mendengarkan. Keterangan saksi ahli. ( ishar.D)