Selasa, 21 Agustus 2018

FPI Meminta, Pemko Pekanbaru Tidak Mencari Celah Untuk Hiburan Malam

TOPRIAU,PEKANBARU - Kota Pekanbaru Provinsi Riau yang berselogan sebagai 'Kota Madani' masih dipertanyakan oleh beberapa pihak. Pasalnya sampai saat ini, semakin banyak menjamurnya tempat maksiat.

 

Memasuki bulan Ramadhan, bulan yang suci dan yang di tunggu-tunggu oleh umat Muslim, ternodai oleh beberapa tempat hiburan malam yang masih saja membandel untuk membuka usaha mereka. Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa elemen yang tergabung di dalamnya kembali melakukan monitoring terhadap beberapa tempat hiburan malam yang masih membandel untuk menjual minuman keras. Kamis (6/5), Salah satunya adalah Pujasera Sun City, Pujasera yang terletak di Jalan M.Yamin Pekanbaru ini kedapatan masih menjajakan dan memperjual belikan minuman keras.

 

Ridar selaku kordinator lapangan Pujasera mengaku, diperintahkan langsung oleh sang juragan yang bernama Edy untuk tetap buka dan menjual minuman keras.

 

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya hanya sebagai karyawan, dan diperintahkan oleh pemilik untuk menjual minuman keras ini," katanya.

 

Ridar mengaku, baru hari tersebut menjual minuman keras, dan alasannya karena sepi penjualan. "Alasannya karena sepi lalu bos perintahkan untuk menjual minuman keras. Dan berjanji tidak akan menjual minuman lagi selama bulan ramadhan," ucap Ridar.

 

Selanjutnya, bukan hanya di jalan M.Yamin saja, tetapi para Mujahid ini juga menemukan warung tuak milik Idrus yang berada di jalan Lili. Bahkan, lebih mengejutkan selain tempat minum tuak, warung yang pencahayaannya terbatas ini juga menjadi tempat nongkrongnya para waria untuk mencari pelanggan.

 

"Saya berjanji untuk tidak akan menjual minuman ini lagi, dan saya minta maaf telah melukai hati umat Muslim," tegas Idrus.

 

Sementara itu, Ketua FPI kota Pekanbaru Ustadz Husni Tamrin ditemui setelah selesainya kegiatan monitoring mengatakan, kegiatan monitoring kali ini bertujuan untuk mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk menghormati bulan suci Ramadhan agar tidak menjajakan minuman keras dan juga yang bersifat kemaksiatan.

 

"Kami meminta para pelaku usaha untuk menghormati bulan Ramadhan. Hanya untuk bulan ini saja," ujar Husni.

 

Selain menghimbau para pelaku usaha, Husni Tamrin juga meminta pemerintah kota Pekanbaru dan juga pihak berwajib untuk bertindak tegas dan berani untuk mengambil sikap terhadap pelaku usaha yang masih membandel.

 

"Kami meminta Pemerintah kota Pekanbaru dan juga pihak berwajib meminta ambil bagian untuk kenyamanan bulan suci Ramadhan dan kalau bisa selamanya hingga kota Pekanbaru ini menjadi kota yang aman, damai dan jauh dari hal-hal radikalisme," ujarnya.

 

Lebih jauh, Ustadz Husni Tamrin menegaskan bahwa musuh FPI yang nyata dan harus dilawan itu adalah segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan. "Saya tegaskan, musuh FPI itu bukan Polisi, TNI, Pemerintah. Tetapi segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan itu adalah musuh nyata FPI," tutup Husni Tamrin. (TR)