Polda Riau Klaim Operasi Ketupat Sukses

TOPRIAU.COM, PEKANBARU - Meski durasi operasi lebih panjang dibandingkan durasi operasi Ramadniya 2017, Operasi Ketupat Muara Takus dianggap berhasil menekan angka kejahatan dan kecelakaan di momen mudik dan arus balik lebaran 2018.


Disampaikan Wadirlantas Polda Riau, AKBP Roy Ardya Candra, Jumat (29/06/18), operadi Ketupat Muara Takus dinilai berhasil. Sebab angka kecelakaan dan kejahatan khususnya di momen lebaran menurun ketimbang tahun sebelumnya.

"Ini didukung dengan kesiapan dan kesigapan anggota Polri berkaca dari pengalaman tahun lalu. Ini juga berkat koordinasi yang terus terjaga antara personel Polri," katanya.

Dirincinya, angka kejahatan dari total 77 kadis di 2017 menurun menjadi 48 kasus pada 2018 ini. Yakni Curat 33 kasus pada 2017 menjadi 23 kasus di 2018, Curas sebanyak 7 kasus 2017 jadi 2 kasus 2018, Curanmor dari 28 kasus menurun menjadi 17 di 2018. Sementara Anirat 8 kasus di 2017 menjadi 6 kasus di 2018. Sedangkan untuk Curas Senpi tidak ditemukan pada 2018 ini.

Diluar itu, meski kejadian meningkat dari tahun lalu, korban kecelakaan lalu lintas cenderung menurun. Dari 54 krjadian kecelakaan terdapat sebanyak 34 korban di 2018. Sedangkan di 2017 terdapat sekitar 26 kejadian dengan 40 korban baik luka-luka maupun meninggal dunia.

"Peningkatan kejadian ini juga dipengaruhi peningkatan pengendara dalam arus mudik maupun arus balik, yang meningkat hingga 30 persen dibandingkan tahun 2017 lalu," katanya.

Lanjut Roy, wilayah paling banyak terjadi kecalakan yakni wilayah Kampar. Dimana terdapat sekitar 15 kasus kecelakaan. Dimana kecelakaan ini merenggut 13 korban meninggal dunia, 12 luka berat, dan 9 luka ringan. Ditaksir kerugian materi sekitar Rp57,4 jutaan.

"Kampar merupakan wilayah lintas yang favorit dan dominan digunakan pengendara, khususnya menuju wilayah Sumatera Barat. Memang banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan ini, seperti infrastruktur jalan, cuaca hingga faktor dari pengendara sendiri," bebernya.

Meski begitu, pihaknya sebelumnya juga telah melakukan beberapa kiat-kiat yang dinilai efektif menekan kecelakaan lalu lintas ini. Seperti melakukan berbagai perbaikan jalan yang dianggap rawan diseluruh jajaran dengan berkoordinasi pada instansi terkait. Pihaknya juga membuat imbauan keselamatan di jalan di seluruh Polres yang ada. Bahkan setiap Polres membuat minimal 30 imbauan.

"Kita juga telah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, meningkatkan patroli serta menurunkan anggota langsung di ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan dan kejahatan. Kita berharap laka lantas semakin menurun, pengemudi semakin paham sehingga korban jiwa semakin sedikit tentunya," pungkasnya. ***