Jumat, 16 November 2018

Kasus Perdagangan Hewan Dilindungi, Seorang Penegak Hukum Dijatuhi Vonis Lengket oleh Majelis Hakim Pelalawan

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - M .Ali Hanafiah yang didakwa oleh JPU  terlibat secara bersama sama dalam perdagangan hewan yang dilindungi kemaren divonis dengan hukuman 3 tahun penjara denda Rp 100 000.000,_ subsider 4bulan serta membayar biaya perkara sebesar Rp 5000,- putusan ini sesuai dengan tuntutan JPU hanya saja subsider yang dikurangi dari 6 bulan jadi 4 bulan ,usai pembacaan putusan terdakwa dengan tegas menyatakan menerima segalanya ,sementara JPU masih pikir pikir.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan yang dipimpin oleh Nelson Angkat SH MH beserta anggota Ria Ayu Rosalin SH MH dan Andry Eswin Sugandi Oetara SH MH serta dibantu oleh Panitera Pengganti Donny Putra SH  dalam amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Nelson Angkat SH MH menjelaskan sesuai dengan fakta di persidangan baik keterangan saksi maupun terdakwa Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur dakwaan JPU sudah terpenuhi yang mana terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama sama melakukan perdagangan hewan yang dilindungi yakni melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a UU nomor 5 tahun 1990/ tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem  diturunkan PP No 7 tabun 1999 tentang penyehatan, jenis tumbuhan dan satwa.

Dengan sudah terpenuhi unsur dakwaan sebelum memberikan putusan terlebih dahulu Majelis Hakim mempertimbangkan hal yang meringankan dan memberatkan ,untuk yang memberatkan ,terdakwa adalah seorang oknum polisi seharusnya memberi contoh yang baik tapi malah ikut secara bersama sama .melakukan perbuatan melawan hukum, terdakwa tidak mendukung program pemerintah melindung hewan hewan langka dan dilindungi.

Sementara yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan mempunyai tanggung jawab keluarga,atas perbuatannya Majelis Hakim sepakat menjatuhkan vonis terhadap terdakwa dengan hukuman tiga tahun penjara bayar denda Rp 100 juta subsider 4 bulan serta membayar biaya perkara Rp5000",  terangnya.

Terdakwa M Ali Hanafiah  usai mendengar putusan setelah berkoordinasi dengan PH Pos Bakum tanpa basabasi dan dengan lantang menyatakan terima segala galanya . Sementara JPU Himawan Aprianto Saputra SH masih pikir pikir.

"Karena perkara ini adalah perkara Kejati yang disidangkan di wilayah kita jadi dengan putusan ini saya harus kordinasi dengan pihak Kejati dan Kajagung walaupun hasilnya nanti tetap terima", tuturnya.(ishar.D)