Minggu, 19 Agustus 2018

Terkuak, Korban Perampokan Emas di Pelalawan Miliki Senpi Tanpa Izin

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Dalam Persidangan kasus perampokan toko emas keliling terkuak bahwa tiga senpi yang dijadikan barang bukti penyidik ternyata satu pucuk diantaranya milik korban yang bernama  Firdaus, karena menurut pengakuan terdakwa dalam persidangan mereka mengakui senjata yang digunakan untuk merampok hanya dua pucuk sedangkan yang satunya mereka temukan dalam tas korban yang bernama Firdaus,disayangkan waktu dipanggil jadi saksi di PN Pelalawan Firdaus tidak hadir.

Disetiap usai persidangan para terdakwa  Benny Efriyon dan Sabidin selalu menerangkan kepada wartawan,demi Allah pak kami akui kami merampok pakai senpi tapi jumlahnya bukan tiga hanya dua ,yang satu kami temukan di dalam tas korban yang bernama Firdaus, kami kecewa juga dengan tidak hadirnya Firdaus sebagai saksi korban dalam persidangan.

"Kalau perampokan kami akui dan kami siap terima resiko tapi yang kami tanyakan tentang kepemilikan senpi Illegal oleh korban Firdaus kok gak pernah di proses, secara hukum kami jelas berbuat sementara korban yang punya senpi tanpa ada izin lepas gitu aja gimana itu pak", terang mereka .

Benny  dengan menggebu gebu terangkan sama wartawan  mereka mengakui perbuatannya salah tapi korban juga ada langgar undang undang darurat memiliki senpi tanpa izin karena senpi itu mereka temukan dalam tas Firdaus tanpa ada surat izin.

"Seharusnya dia juga kenaklah pak ,bahkan orang yang nangkap saya dari Polda Riau janji akan proses kepemilikan senpi korban Firdaus tapi sampai hari ini adem adem aja dia", terang Benny..

Sementara Sabidin dan Efriyon saat ditanya wartawan menjelaskan bahwa senpi milik Firdaus beda dengan milik kami,,menurut  saya  itu senpi asli bukan rakitan tuturnya .

"Saya akui saya eksekutor dan saya akui. bahwa saya yang nemukan senpi. dalam tas   korban itu disaksikan. oleh. teman saya.Benny dan Sabidin, saya akui ada pak polisi yang nangkap. Kami janji akan. Usut senpi yaa g dimiliki Firdaus",jelas Efriyon

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU)  Marthalius SH saat dihubungi wartawan. membenarkan bahwa dalam persidangan terdakwa akui hanya dua pucuk senpi yang milik mereka sedangkan. yang satunya milik korban Fdirdaus.

"Untuk mencari kebenarannya sangat kita sayangkan  saksi Firdaus tidak mau menghadiri persidangan namun fakta persidangan.  Ini tetap kita jadikan bahan bagi kita", tuturnya.(ishar.d)