Minggu, 19 Agustus 2018

Komplotan Perampok Pedagang Emas Dijerat Pasal Berlapis, Dituntut 9 ,5 Tahun Penjara

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Eksekutor perampokan toko emas keliling di Pelalawan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama  9 tahun 6 bulan penjara. Tiga terdakwa  masing masing Benny, Efriyon, dan Sabidin usai mendengar tuntutan JPU yang dibacakan dalam persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim Nurrahmi SH sedikit shok.

Salahseorang terdakwa, Efriyon usai persidangan kepada wartawan .mengatakan, dirinya merasa heran dengan hukum di kabupaten Pelalawan karena sangat berat. "Ngeri Pelalawan ini tuntutan JPU nya dibanding dengan daerah lain ancaman 12 tahun dituntut 9,5 tahun ,yaa kalau putus paling rendah 7 tahun itupun kalau hakim mau ngasih kalau gak yaa lengket juga" jelasnya.

"Kalau dibandingkan dengan daerah lain Pelalawan memang hebat, tapi sedikit saya kesal oke pasal saya dilapis dengan pasal undang undang darurat tapi korban Firdaus punya senpi juga kok gak di proses ini perlu juga di pertanyakan tapi saya berharap baik JPU maupun pihak kepolisian tolong kasus kepemilikan senpi Firdaus diungkap juga", terangnya.

Pernyataan Efriyon ini diaminkan oleh terdakwa lainnya,  Benny dan Sabidin. Mereka mengakui  perbuatan tersebut namun tidak sampai menghilangkan nyawa orang lain. Justru keduanya mempertanyakan kepemilikan senjata api yang dibawa korban saat terjadi perampokan.

"Bagaimana pula dengan korban yang punya senpi apalagi itu bukan senpi rakitan yaa seharusnya di usut juga dia,jadi dengan adanya pengusutan hati kami yaa lega juga ,selain itu kami hanya berharap kepada Majelis Hakim unruk meringankan hukuman kami", terang Benny.

Sementara JPU Marthalius SH saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa tuntutan sebesar itu adalah dikarenakan terdakwa melanggar pasal 365 ayat 2 yang dilapisi dengan undang undang darurat selain itu terdakwa ada yang sudah residivis,hanya untuk sementara itu yang meberatkan mereka.

"Terkait Firdaus kita belum bisa buktikan karena saat sidang untuk jadi saksi dia gak hadir tapi jika ada berkas dari polisi kita siap kok untuk minyidangkan dia", terang Martha.(ishar.D)