Selasa, 18 Desember 2018

Kasus Perampokan Pedagang Emas, Ternyata Senpi Milik Terdakwa Hanya 2 Pucuk

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Pembacaan amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Nurrahmi SH  yang bergantian dengan anggotanya Rahmad Hidayat Batubara SH ST MH menuangkan bahwa terdakwa mengakui keterangan saksi yang di hadirkan kecuali jumlah senpi yang digunakan untuk melakukan perampokan.

Dari tiga pucuk senpi yang dijadikan barang bukti hanya dua milik terdakwa, sementara yang satu pucuk adalah milik korban.

Benny cs saat dijumpai wartawan usaj persidangan menjelaskan kepada wartawan,atas putusan Majelis Hakim  bahwa mereka menerima amar putusan selama sembilan  tahun penjara, namun mereka meminta pihak kejaksaan maupun kepolisian agas mengusut  kepepemilikan senpi korban.

"Dalam persidangan kami membantah dan merasa keberatan dengan keterangan saksi yang menyatakan tiga buah senpi itu milik kami ,mulai dari BAP polisi yang kami akui bahwa kami melakukan perampokan hanya men ggunakan dua senpi dan satu bilah pisau ,terkait dengan yang satu unit senpi itu kami temukan dalam tas korban atas nama Firdaus", terang Yoyon.

Sementara Benny mengaminkan hal keterangan Yoyon dan menguatkan bahwa senpi yang mereka gunakan untuk berbuat kejahatan adalah dua pucuk namun yang satu lagi ditemukan dalam tas korban bersama uang yang  namanya Firdaus.

Dikatakan Benny saat dirinya ditangkap dan diproses di Polda Riau salah seoarang anggota polisi mengatakan bahwa mereka  juga akan proses pemilik senpi yang berna. Firdaus, namu kenyataaanya sampai mereka divonis, korban masih dalam keadaan aman.

Ironisnys saat dipanggil jadi saksi korban malah tak datang namun saat keterangan nya dibacakan JPU  kami membantah,dan terangkan bahwa senjata api  yang mereka milikii hanya  dua  pucuk yang satunya itu didapatkan dari tas korban yang bernama Firdaus.

"Diputus sembilan tahun menurut hakim sudah sesuai dengan perbuatan kami yaa udah kami terima tapi demi keadilan walaupun senpi disita negara untuk dimusnahkan dalam kasus Kurnia Ade Syaputra tolong salah seorang korban bernama Firdaus di periksa atas kepemilikan senpi tanpa ada izin dan ini juga ada janji dari polisi yang nangkap kami  yaa harapan kami agar polisi juga memeriksa Firdaus", terangnya .

Sementara JPU Marthalius SH usai persidangan dijumpai wartawan menjelaskan bahwa atas putusan terhadap tiga terdakwa kita terima karena mereka kooperatif dan mengakui kesalahannya.

'Terkait dengan Firdaus, kita pihak JPU Sudah sepakat sesuai dengan fakta persidangan untuk pengambilan BB yang atas nama Firdaus kita tidak akan kasihkan jika bukan dia yang datang", terangnya. (Ishar.D)