Minggu, 19 Agustus 2018

Sidak Sel Tahanan, Petugas Rutan Dumai Temukan Puluhan Ponsel

TOPRIAU - DUMAI, Petugas rumah tahanan (rutan) kelas II B Dumai menggelar inspeksi mendadak (sidak) setiap sel tahanan yang dihuni warga binaan atas perintah pimpinan di Jakarta.


Sidak ini dilakukan oleh sekitar 30 petugas Rutan kelas II-B, menemukan puluhan ponsel (handphone)  di disembunyikan warga binaan di dalam sel tahanan, selain ponsel juga di temukan radio, dan sejumlah benda tajam lainnya seperti gunting serta benda yang dinilai membahayakan.


“Ada perintah mendadak dari Kemenkumham, dan langsung kami laksanakan,” jelas Kepala Rutan Dumai, Edi Mulyono melalui KPR Aldino.
Tujuan utama dari sidak itu, untuk mengetahui apakah ada praktik-praktik yang menyimpang seperti terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.


Puluhan hp disitaXXSebagaimana diketahui, di Lapas para warga binaan kasus koruptor itu terjadi jual beli fasilitas kamar mulai dari AC, televisi hingga kulkas, dan praktik suap beberapa napi kepada kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen. “Itu kan di sana, kalau di Rutan Dumai tidak ada praktik seperti itu,” ujar KPR Aldino.


Menurut Kepala Rutan Rutan, Edi Mulyono melalui KPR Aldino, saat ini terdapat 931 orang warga binaan penghuni rutan kelas II-B itu, terdiri 7 warga binaan kasus korupsi.


Sejauh ini, di rutan Dumai  aman-aman saja, petugas rutan hampir tiap pekan menggelar sidak untuk merespons isu fasilitas khusus serta antisipasi peredaran narkoba, dan upaya mencegah peredaran narkoba di dalam rumah tahanan.


Selain untuk tujuan antisipasi peredaran narkoba di dalam rutan, juga menyasar telepon seluler (ponsel), senjata sajam (sajam) dan narkoba yang mungkin disembunyikan penghuni tahanan.


Terkait temuan barang bukti berupa ponsel, dan benda lainnya masuk dalam sel tahanan, pihaknya akan melakukan klarifikasi dan membuat berita acara serta sanksinya. Kemudian dilakukan pemusnahan.


Dekatra*