Jumat, 21 September 2018

Jony Boyok Menghina UAS, Diperiksa Polisi di Rumahnya

TOPRIAU,PEKANBARU - Jony Boyok alias JB dimintai keterangan atas penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukannya terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) di Facebook. JB didatangi penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau di rumahnya.

 

Sebelumnya, JB dikabarkan diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Senin (10/9/2018). Namun hingga sore hari, ia tidak terlihat datang memenuhi panggilan penyidik dan ternyata, JB diperiksa di rumahnya di Kecamatan Bukit Raya, Peksnbaru.

 

"Diperiksa di kediaman, semata-mata untuk mempercepat penanganan kasus," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, di Pekanbaru, Selasa (11/9/2018).

 

Untuk itu, JB dimintai keterangan sebagai terpelapor. Ia dicecar penyidik dengan 20 pertanyaan. "Kita ajukan 20 pertanyaan," ungkap Sunarto.

 

Langkah selanjutnya, penyidik akan memeriksa saksi ahli terkait terkait tindakan JB yang menghina UAS di media sosial. Setelah itu akan dilakukan gelar perkara guna menentukan sikap penyelidikan apakah sudah bisa ditingkatkan menjadi penyidikan, dan menetapkan tersangka.

 

Dalam perkara ini, penyidik juga sudah meminta keterangan UAS dan dimintai keterangan di kediamannya, Sabtu (8/9/2018) lalu karena kesibukannya memberi ceramah. Selain itu, penyidik juga sudah meminta keterangan dari saksi lainnya.

 

"Ada tiga saksi lain yang sudah kita mintai keterangan," ucap Sunarto.

 

JB dilaporkan kuasa hukum  UAS ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau pada Kamis (6/9/2018). UAS melaporkan adanya dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik dirinya yang dilakukan terlapor. Akibat perbuatannya, JB dijerat Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang  ITE. Ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta.

 

"Pelapor tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Bersangkutan juga kooperatif hingga mengamankan diri di Polda," pungkas Sunarto.

 

Sebelumnya, JB dijemput Front Pembela Islam (FPI ) di rumahnya, di Kecamatan Bukit Raya, Rabu (5/9/2018) sore. Dia kemudian dibawa ke markas FPI untuk tabayun dan selanjutnya diserahkan ke Polda Riau.

 

JB menyebut UAS dengan sosok yang jahat. Postingan yang dilengkapi dengan foto UAS yang telah diedit sedemikian rupa itu diunggah pada 2 September 2018 lalu hingga mendapat reaksi keras masyarakat.

 

sumber; cakaplah.com